Prabowo-Jokowi Bertemu, Aliansi Gibran Sebut Isu Keretakan Tertepis

Opini23 Views

Sumberpintar.com Aliansi Gibran menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi simbol persatuan dan persaudaraan dua tokoh nasional di tengah isu keretakan hubungan politik yang berkembang di ruang publik.

 

Sekretaris Jenderal DPP Aliansi Gibran, Agung Nugroho, mengatakan pertemuan kedua tokoh tersebut menunjukkan hubungan Prabowo dan Jokowi tetap terjalin. Menurutnya, pertemuan itu sekaligus menepis spekulasi mengenai keretakan hubungan keduanya.

 

“Terjalinnya kedua tokoh tersebut menepis isu keretakan di antara Prabowo dan Jokowi. Publik pasti menduga pertemuan tersebut adalah untuk membahas terkait sidang PHPU Pilpres 2024 yang sedang dijalankan saat pertemuan tersebut di Kertajaya, kediaman Prabowo,” ujar Agung dalam keterangan tertulis, Rabu (07/10/2026).

 

Agung menilai keakraban Prabowo dan Jokowi dapat menjadi contoh bagi elite politik lainnya. Terlebih, pertemuan tersebut berlangsung ketika polemik mengenai persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih menjadi perhatian publik.

 

“Permainan Catur ala Pakdhe”

 

Agung mengibaratkan langkah Jokowi menemui Prabowo sebagai “permainan catur” yang memiliki pesan politik tersendiri. Ia mengaitkannya dengan dinamika yang berkembang setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara PHPU yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran.

 

“Menurut saya Jokowi mendatangi kediaman Prabowo adalah langkah permainan catur ala Pakdhe dengan persoalan isu ijazahnya dan Gibran Rakabuming Raka,” kata Agung.

 

Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di tengah perdebatan publik mengenai putusan MK yang memuat pertimbangan terkait bukti pendidikan Gibran.

 

Agung menilai perkembangan tersebut membuat isu mengenai Gibran kembali menjadi perbincangan di kalangan elite politik.

 

Agung juga kembali menyinggung permohonan yang diajukan Denny Indrayana ke MK terkait syarat pendidikan Gibran. Sebelumnya, Aliansi Gibran, kata dia, telah melihat adanya dugaan dukungan politik di balik langkah hukum tersebut.

 

“Saya melihat putusan MK tersebut, ada beberapa tokoh politik yang muncul untuk membahas soal penyetaraan ijazah Gibran, namun kembali lagi itu adalah hak demokrasi dari para tokoh politik tersebut,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, dinamika politik yang muncul setelah putusan MK merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, Agung menilai pertemuan Prabowo dan Jokowi justru menunjukkan adanya komunikasi serta hubungan yang tetap terjaga di antara kedua tokoh.

 

“Permainan catur ala Pakdhe Jokowi itu memang sangat jeli,” ucapnya.

 

Aliansi Gibran berharap pertemuan Prabowo dan Jokowi dapat dibaca sebagai pesan penting mengenai pentingnya persatuan dan persaudaraan di tengah dinamika politik nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *