BandarLampung, Sumberpintar.com– Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, presentasikan berbagai program dan inovasi unggulan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Jakarta, Kamis (06/11/2025).
Presentasi tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BSKDN. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa, “seluruh inovasi Pemkot Bandar Lampung berangkat dari isu-isu strategis daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Berbagai isu tersebut meliputi peningkatan layanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata dan budaya, serta pemanfaatan teknologi informasi yang belum merata,” ujar Eva.
Selain itu, Pemkot juga menitikberatkan pada penguatan infrastruktur berbasis kewilayahan yang berkelanjutan, serta peningkatan ketahanan sosial, budaya, dan ekologi sebagai landasan pembangunan daerah.
Newborn Photoshoot dan SIP PBB-P2 Jadi Inovasi Andalan
Dalam ajang IGA 2025, Pemkot Bandar Lampung mengajukan dua inovasi unggulan, yakni Newborn Photoshoot (non-digital) dan Sistem Informasi Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (SIP PBB-P2).
Newborn Photoshoot merupakan inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bertujuan memberikan perhatian lebih kepada ibu melahirkan dan bayi agar tetap sehat melalui pendekatan humanis serta edukatif.
Sementara itu, SIP PBB-P2 adalah inovasi digital hasil pengembangan dari sistem SISMIOP yang sebelumnya berbasis Desktop Local Area Network menjadi web service yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja secara real-time sejak tahun 2023.
Inovasi ini terbukti memberikan dampak besar terhadap peningkatan pelayanan publik dan efisiensi pembayaran pajak daerah. Berdasarkan data hingga September 2025, jumlah transaksi pembayaran PBB secara online menunjukkan tren peningkatan signifikan:2022:
- 0 transaksi online2023: 6.817 transaksi online
- 2024: 11.560 transaksi online
- 2025: 17.112 transaksi online
“Peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital sekaligus berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutur Wali Kota Eva Dwiana.
Komitmen Pemkot dalam penguatan ekosistem inovasi. Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat ekosistem inovasi daerah melalui berbagai regulasi, di antaranya:
- Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Riset dan Inovasi Daerah.
- Keputusan Wali Kota Nomor 744/IV.01/HK/2024 tentang Penetapan Inovasi Perangkat Daerah.
- Surat Edaran Wali Kota Nomor B/135/000.7.1/IV.01/2024 tentang Hasil Evaluasi Indeks Inovasi Daerah Tahun 2023 dan Persiapan Penilaian Tahun 2024.
Dalam implementasinya, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) berperan penting dalam koordinasi, sosialisasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Bapperida juga menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatra (Itera), Bank Lampung untuk mempercepat pengembangan inovasi berbasis riset dan teknologi.
“Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir memberikan solusi yang cepat, tepat, dan berdampak bagi masyarakat,” tegas Eva Dwiana.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Eva Dwiana terus menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas, serta mendorong peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional.








