Sri Ningsih Djamsari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Perlunya Tenggang Rasa dan Toleransi Ciptakan Persatuan

DPRD190 Views

BandarLampung, Sumberpintar.com– Sri Ningsih Djamsari gelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kecamatan Sukarame, Selasa (25/11/2025).

Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan menghadirkan dua nara sumber yaitu; Ustadz Suparman Abdul Karim dan H.Hambali Sanusi anggota DPRD Kota Bandar Lampung Periode 2014-2019.

Sri Ningsih Djamsari, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi PDI-P, mengatakan, “Kita sebagai manusia yang hidup berdampingan dan makhluk sosial sudah seharusnya, senantiasa memegang teguh toleransi, tepo seliro/tenggang rasa dan juga rasa empati, “Ungkapnya.

“Tenggang rasa, mawas diri, dengan saling menghargai adalah kunci untuk menciptakan hubungan yang harmonis, persatuan kesatuan dan perdamaian, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini menjelaskan, kepada masyarakat, untuk meningkatkan kecermatan dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Akibat maraknya penyebaran informasi tidak benar/hoax, provokasi, dan ujaran kebencian, saat ini dapat menjadi ancaman serius, bagi kehidupan sosial masyarakat.

Ia menekankan bahwa, siapapun dapat menjadi penyebar kekacauan tanpa sadar jika tidak memahami etika bermedia sosial.

“Kita ini hidup di era digital, tapi bukan berarti boleh asal menyebarkan informasi. Jangan sampai masyarakat justru menjadi penyebar kegaduhan digital yang memecah belah,” ungkapnya.

Ia mengkritik keras kebiasaan sebagian masyarakat yang langsung membagikan berita hanya berdasarkan judul, tanpa membaca isi, apalagi tanpa melakukan verifikasi, sebaiknya disaring terlebih dahulu sebelum dishare.

Sri Ningsih juga menyampaikan bahwa, Penyebaran berita palsu, tidak hanya berdampak pada individu, tetapi dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Sebelum membagikan sesuatu, tanyakan dulu, bermanfaat atau justru memprovokasi, Kalau kita ragu, lebih baik berhenti daripada ikut menyebarkan hoaks,” ujarnya.

Dalam kegiatan PIP-WK tersebut, ia menegaskan bahwa, “masyarakat perlu mengembalikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berperilaku di dunia digital.

Nilai-nilai seperti gotong royong, saling menghormati, dan menjaga persatuan harus diterapkan dalam aktivitas bermedia sosial.

Sri Ningsih, berharap masyarakat semakin mampu menciptakan ruang media sosial yang sehat, positif, dan tidak mudah diadu domba,”harapnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *