Banjir Meluas, Negara Turun Tangan: OKI Terima Bantuan Darurat Rp395,4 Miliar dari BNPB

Palembang20 Views

OKI, Sumberpintar.com Meluasnya bencana banjir yang merendam ribuan hektare lahan pertanian dan permukiman warga di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,memaksa pemerintah pusat turun tangan langsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menyalurkan bantuan darurat logistik dan peralatan senilai Rp395,44 juta kepada Pemerintah Kabupaten OKI.

Bantuan tersebut diserahkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB RI, Dra. Andi Eviana, M.Si, kepada Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dalam kunjungan kerja di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Kamis (15/1/2026).

Penyerahan ini menandai kondisi banjir di OKI yang dinilai telah melampaui kemampuan penanganan rutin pemerintah daerah.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab negara. Dalam situasi darurat, kecepatan distribusi bantuan menjadi kunci agar penderitaan masyarakat tidak semakin berkepanjangan,” ujar Andi Eviana.

BNPB mencatat, bantuan senilai hampir Rp400 juta tersebut mencakup dua set perahu karet lengkap dengan mesin 25 PK untuk evakuasi darurat, serta bantuan kebutuhan dasar berupa 200 paket sembako, 100 matras, 100 selimut, 50 paket hygiene kit, 100 lembar terpal, dan 50 unit kasur lipat.

Paket bantuan ini mencerminkan kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari evakuasi hingga pemenuhan standar minimum pengungsian.

Namun, di balik penyaluran bantuan itu, banjir yang berulang setiap tahun kembali memunculkan pertanyaan serius soal kesiapan mitigasi bencana dan tata kelola lingkungan di OKI.

Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan Sumatera Selatan ini kembali harus berjibaku dengan banjir yang tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga mengancam keberlanjutan produksi pangan.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengakui bahwa tekanan akibat banjir masih tinggi dan memerlukan dukungan lintas sektor. Ia menyampaikan apresiasi atas respon cepat BNPB sekaligus memastikan pemerintah daerah bergerak paralel di lapangan.

“Bantuan ini sangat krusial bagi masyarakat kami. Namun yang terpenting, penyaluran harus tepat sasaran dan transparan, karena yang dihadapi warga bukan hanya kehilangan harta, tetapi juga mata pencaharian,” tegas Muchendi.

Pemkab OKI, kata Muchendi, telah menyalurkan bantuan darurat ke empat kecamatan terdampak terparah, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan.

Hingga 15 Januari 2026, pemerintah daerah menyalurkan 514 paket sembako, 30 unit tenda gulung, 30 paket family kit, 32 paket perlengkapan anak, 30 paket sandang anak, 30 paket sandang dewasa, 30 selimut, 40 kasur, serta 80 paket makanan anak.

Di sektor pertanian, Pemkab OKI juga menyiapkan bantuan benih untuk petani terdampak. Langkah ini dinilai krusial mengingat banjir tidak hanya berdampak pada sisi kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menekan produksi pangan dan ekonomi daerah dalam jangka menengah.

“Kami tidak ingin banjir hanya ditangani secara reaktif. Bantuan darurat penting, tetapi pemulihan dan pencegahan harus berjalan seiring agar siklus bencana ini tidak terus berulang,” ujar Muchendi.

Penyaluran bantuan BNPB ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana banjir di OKI bukan sekadar peristiwa alam, melainkan alarm keras bagi pembenahan tata kelola lingkungan, infrastruktur pengendalian banjir, serta kebijakan mitigasi yang selama ini kerap kalah oleh pola penanganan darurat semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *