Mundur dari PDI Perjuangan, Abdiyanto Tak Goyahkan Dominasi Febriansyah di OKI

Politik130 Views

OKI, Sumberpintar.comPengunduran diri Abdiyanto Fikri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Senin, 24 Januari 2026, dinilai tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap peta kekuatan internal partai di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

 

PDI Perjuangan OKI menegaskan, keluarnya Abdiyanto—yang dikenal sebagai tokoh senior dan pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA) terlama—tidak menggoyahkan soliditas organisasi maupun arah politik partai. Kendali penuh DPC PDI Perjuangan OKI kini berada di bawah kepemimpinan Febriansyah Wardana, yang disebut terus mengonsolidasikan mesin partai hingga ke akar rumput.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan OKI, Febriansyah Wardana, menegaskan bahwa pengunduran diri Abdiyanto adalah murni keputusan personal dan tidak berimplikasi pada struktur maupun agenda politik partai.

 

“PDI Perjuangan adalah partai kader, bukan partai figur. Keluar-masuknya orang adalah hal biasa dan tidak akan memengaruhi kerja organisasi,” tegas Febriansyah.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Abdiyanto selama berkiprah di PDI Perjuangan, namun menegaskan bahwa loyalitas dan kerja nyata untuk rakyat merupakan parameter utama dalam kaderisasi partai.

 

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan garis politik internal PDI Perjuangan, sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, yang menekankan bahwa partai tidak perlu risau terhadap kader yang memilih hengkang.

 

“Kami tidak membutuhkan kader yang banyak jika hanya sekadar hidup di partai tanpa bekerja untuk rakyat. Lebih baik sedikit, tetapi solid dan konsisten,” ujar Febriansyah mengutip pesan Ketua Umum.

 

Secara politik, pernyataan itu dibaca sebagai sinyal penegasan kepemimpinan dan upaya membersihkan barisan dari kader yang dinilai tidak lagi sejalan dengan garis perjuangan partai.

 

Lebih lanjut, Febriansyah memastikan roda organisasi PDI Perjuangan OKI tetap berjalan normal. Konsolidasi struktural bahkan tengah dipercepat melalui agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Musyawarah Ranting (Musran), dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran).

 

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat basis kekuatan partai menjelang agenda politik ke depan, sekaligus memastikan struktur diisi oleh kader yang loyal, disiplin, dan siap bekerja untuk rakyat.

 

“Struktur solid, agenda jalan, dan PDI Perjuangan di OKI tetap fokus pada kerja politik kerakyatan. Partai ini tidak bisa dan tidak akan ditopang oleh satu orang,” pungkasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *