Wali Kota Bandar Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Bersama Kementerian Perhubungan Hadapi Persiapan Arus Mudik dan Balik 1447 H

BandarLampung, Sumberpintar.com Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka kesiapan sarana dan prasarana transportasi menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Gubernur Lampung, Selasa (17/02/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar. Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, pejabat tinggi Kementerian Perhubungan, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Diketahui, rakor tersebut membahas berbagai langkah strategis guna memastikan kesiapan transportasi darat, laut, dan udara, termasuk peningkatan keselamatan perjalanan, pengawasan kelayakan armada, optimalisasi pelayanan di terminal dan pelabuhan, serta antisipasi potensi kepadatan penumpang dan kendaraan.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, memaparkan hasil survei nasional terkait potensi pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan angkutan Lebaran.

Berdasarkan hasil survei tersebut, potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Meski angka tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Kementerian Perhubungan menilai realisasi di lapangan berpotensi lebih tinggi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Khusus Provinsi Lampung, Menteri Perhubungan menyebut daerah ini tetap menjadi salah satu wilayah strategis dalam arus mudik nasional. Lampung diperkirakan menjadi tujuan favorit pemudik dari wilayah Jabodetabek dengan potensi sekitar 778 ribu orang.

Adapun arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan akan melayani sekitar 813 ribu penumpang sebagai pelabuhan asal dan 2,94 juta penumpang sebagai pelabuhan tujuan selama periode Lebaran.

Secara nasional, Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana guna mendukung kelancaran angkutan Lebaran, meliputi 31 ribu unit bus, 829 kapal laut, 3.821 rangkaian kereta api, 392 pesawat udara, serta 255 kapal penyeberangan.

 

Untuk lintas Jawa–Sumatera, disiapkan lima jalur penyeberangan utama, termasuk Pelabuhan Merak–Bakauheni serta rute alternatif Ciwandan dan BBJ Bojonegara.

Menhub juga menekankan pentingnya penguatan manajemen lalu lintas di pelabuhan penyeberangan.

Ia mendukung penerapan delaying system melalui buffer zone, serta penguatan sistem geofencing dan tiket elektronik Ferizy guna memastikan kendaraan yang masuk ke pelabuhan telah memiliki tiket, sehingga dapat meminimalisir antrean dan kepadatan.

Pemerintah berkomitmen memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar melalui sinergi lintas sektor serta kesiapan infrastruktur dan sistem pengelolaan arus transportasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *