Daerah Hayam Wuruk Kebon Jeruk Rawan Longsor Rugikan Material dan Keselamatan Warga

TNI97 Views

Sumberpintar.com Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak sore hingga larut malam memicu bencana tanah longsor di kawasan padat penduduk Jalan Hayam Wuruk, Gang Mawar, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur (TKT), Selasa (14/04/2026) pukul 22.50 Wib.

 

Longsor yang terjadi tepat di samping kediaman Bapak Suntono (54) itu mengancam keselamatan empat jiwa dan menimbulkan kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.

 

Di tengah kondisi tanah labil, cuaca buruk, serta minimnya penerangan, Babinsa Kelurahan Kebon Jeruk, Sertu Yuliyusril dari Koramil 410-04/TKT Kodim 0410/KBL, dengan sigap muncul sebagai garda terdepan. Tanpa menunggu kehadiran aparat kewilayahan lainnya seperti Bhabinkamtibmas, Sertu Yuliyusril langsung mengambil alih komando lapangan.

 

“Begitu menerima informasi dari warga, saya langsung bergerak ke lokasi. Prioritas utama adalah menyelamatkan jiwa. Saya koordinasikan dengan warga dan perangkat kelurahan untuk mengevakuasi keluarga Bapak Suntono ke tempat aman, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujar Sertu Yuliyusril saat ditemui di lokasi kejadian.

 

Tindakan cepat Babinsa tersebut diapresiasi oleh Camat TKT Dedi Saputra, S.IP., M.IP., serta Lurah Kebon Jeruk, Bapak Supriyadi, yang turun langsung ke lokasi. Dalam kegiatan monitoring dan evakuasi malam itu, tidak tampak kehadiran Bhabinkamtibmas. Seluruh koordinasi aparat kewilayahan dipusatkan pada Babinsa selaku ujung tombak di lapangan.

 

“Babinsa kami sangat responsif. Beliau tidak hanya memantau, tapi juga memimpin evakuasi, mengamankan lokasi, dan memastikan warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat dalam satu RT. Rencana perbaikan akan dilaksanakan besok pagi setelah kondisi tanah dinilai aman dan cuaca membaik,” jelas Camat Dedi Saputra.

 

Kepada awak media, Sertu Yuliyusril menegaskan bahwa dirinya selalu siaga 24 jam untuk masyarakat, terlepas dari ada atau tidaknya aparat lain. “Kewajiban saya sebagai Babinsa adalah hadir melindungi rakyat. Saya tidak perlu menunggu perintah atau koordinasi dengan pihak lain jika nyawa manusia sudah terancam,” tegasnya dengan nada mantap.

 

Hingga berita ini diturunkan, seluruh anggota keluarga Bapak Suntono (4 jiwa) telah selamat dan mengungsi sementara. Warga setempat menyatakan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kegigihan Babinsa Sertu Yuliyusril yang bertindak cepat tanpa bergantung pada kehadiran Bhabinkamtibmas.(Rls).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *