Sumberpintar.com Polemik dengan adanya ketidakadilan terhadap media massa di Pesisir Barat Ketua AWPI Joni Irawan angkat bicara atas ketimpangan yang terjadi, Kamis (30/04/2026)
Pemerintah daerah (Pemda) melalui Diskominfo Pesisir Barat yang dianggap tebang pilih/pilih kasih juga diskriminatif dalam merilis kebijakan, memberikan bantuan, atau memberikan akses kepada organisasi tertentu jelas memicu suatu polemik dikarnakan adanya ketidakadilan terhadap para media.
Ketua AWPI Joni Irawan menyoroti atas praktek tebang pilih terhadap media di pesisir barat ini, apalagi seringkali muncul keluhan para insan Pers bahwa organisasi yang memiliki kedekatan politis dengan kepala daerah lebih mudah mendapatkan hibah, sementara organisasi lain dipersulit dikarenakan tidak ada hubungan politis, bahkan tidak mendapat sama sekali, “Ujar Joni Irawan.
Seperti yang terjadi saat ini menurut infomasi dari salah satu ketua Organisasi Pers di Pesisir Barat bahwasannya, hanya ada dua organisasi diduga menerima kucuran dana hibah untuk tahun 2026, hal tersebut berdasarkan hasil konfirmasi melalui pesan Whats AAp, dari Antoni wijaya (mantan) Plt. kepala Dinas Kominfo Pesisir Barat, sudah jelas kedua media tersebut yang mendapat kucuran dana Hibah di sebabkan memiliki kedekatan politis terhadap pemerintah daerah media lain tidak jadi perhitungan kayaknya.
Selanjutnya joni irawan menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Diskominfo tidak melibatkan organisasi pers lainya seakan ingin terang terangan membeda bedakannya, dan akan menunjukan tidak adanya itikad baik terhadap media yang ada di daerah, dan bahkan tidak sama sekali memberikan ruang keadilan bagi media lain, ” tegasnya.
Sementara sekretaris Ajoi Rido menilai pemerintah daerah kabupaten pesisir barat belum menunjukkan komitmen keadilan dalam memberdayakan seluruh elemen organisasi media.
Rido Sekretaris AJOI, melihat kata keadilan atau keberpihakan pemerintah daerah pesisir barat untuk memberdayakan elemen masyarakat yang bergerak di dunia jurnalistik masih jauh dari harapan. Malah pemkab mempertontonkan yang seharusnya tidak di pertontonkan dengan pengkotak-kotakan,” Kecamnya.








