Sumberpintar.com DPC Kabupaten Lampung Selatan menggelar diskusi publik dari kuda tuli ke demokrasi mengapa Gen Z harus peduli? di Kopi Toegoe Jati Indah, Kec. Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Rabu (15/07/2026) pukul 14.00 Wib.
Diskusi publik ini dengan pembicara Lesty Putri Utami, Ummi Hani, Sujiatmoko, S.E.dan Azis Amriwan, S.Si., M.Si.
“Kuda Tuli” itu singkatan dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli. Ini salah satu peristiwa penting dalam sejarah politik Indonesia masa Orde Baru, “ujar Lesty Putri Utami.
Apa yang terjadi 27 Juli 1996? Waktu itu kantor DPP PDI di Jl. Diponegoro No. 58 Jakarta yang dipimpin Megawati Soekarnoputri diserbu paksa. Bentrok terjadi antara pendukung PDI dengan aparat + kelompok lain. Banyak yang ditangkap, luka-luka, bahkan ada yang meninggal dan hilang.
Peristiwa ini dianggap titik balik karena jadi simbol perlawanan terhadap pembungkaman demokrasi.
Kenapa diperingati tiap tahun?
1. Mengenang korban dan yang hilang
Ada aktivis, mahasiswa, dan rakyat biasa yang jadi korban. Keluarga korban dan aktivis HAM memperingati biar mereka tidak dilupakan.
2. Pengingat pentingnya demokrasi
27 Juli jadi simbol: “Jangan sampai negara pakai kekerasan buat membungkam perbedaan pendapat”. Makanya tiap tahun diperingati sebagai pelajaran politik.
3. Tuntutan keadilan belum selesai
Sampai sekarang kasus penculikan dan pelanggaran HAM 1996-1998 belum tuntas di pengadilan. Aksi peringatan juga jadi cara menagih janji negara buat mengusut tuntas.
4. Warisan buat generasi muda
Biar anak muda tau sejarahnya. Dari “Kuda Tuli” inilah semangat reformasi 1998 makin besar.
Jadi bukan perayaan, tapi peringatan + refleksi Biasanya isinya tabur bunga, diskusi, do’a bersama, dan aksi damai.
Singkatnya: diperingati tiap tahun biar sejarah kelam tidak terulang, dan biar nilai demokrasi tetap dijaga.







