Team Peneliti Dosen Akuntansi Politeknik Negeri Lampung Kembangkan Sistem Akuntansi Digital untuk Perkuat Tata Kelola Koperasi di KMP Way Dadi

Artikel68 Views

Tim Peneliti

Irawan, S.E., M.Si.

Ketua Peneliti

M. Muhayin A Sidik, S.E., M.S.Ak.

Anggota Peneliti

Lihan Rini Puspo W, S.E., M.Si.

Anggota Peneliti

Fenni Yufantria, S.E., Ak., M.Ak.

Anggota Peneliti

Sumberpintar.com Tim peneliti berhasil mengembangkan sistem informasi akuntansi digital untuk mendukung penguatan tata kelola dan akuntabilitas keuangan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.

 

Team penelitian ini dilaksanakan oleh Irawan, S.E., M.Si. sebagai Ketua Peneliti, bersama M. Muhayin A Sidik, S.E., M.S.Ak., Lihan Rini Puspo W, S.E., M.Si., dan Fenni Yufantria, S.E., Ak., M.Ak. sebagai anggota tim peneliti.

 

Penelitian berfokus pada pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) digital yang dirancang untuk membantu koperasi melakukan pencatatan transaksi, pengolahan data akuntansi, dan penyusunan laporan keuangan secara lebih terstruktur.

 

Berangkat dari Permasalahan Pencatatan Manual

 

Penelitian ini berangkat dari kondisi pengelolaan transaksi keuangan koperasi yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional menggunakan buku besar fisik dan lembar kerja sederhana.

 

Kondisi tersebut menimbulkan risiko kesalahan pencatatan, selisih saldo, keterlambatan penyusunan laporan, serta kesulitan dalam menghasilkan informasi keuangan yang terstruktur.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena koperasi membutuhkan sistem pengelolaan keuangan yang mampu menyediakan informasi secara lebih cepat, terstruktur, dan mudah ditelusuri.

 

Melalui penelitian ini, tim peneliti mengembangkan sistem digital yang disesuaikan dengan karakteristik transaksi Koperasi Merah Putih Way Dadi.

 

Sistem tersebut dirancang untuk membantu pengurus mengelola transaksi dan menghasilkan informasi keuangan secara lebih sistematis.

 

Dikembangkan dengan Pendekatan Research and Development

 

Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) Prototyping. Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan pengumpulan kebutuhan, perancangan sistem, pembangunan prototipe, evaluasi pengguna, serta penyempurnaan sistem.

 

Pendekatan prototyping memungkinkan sistem dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pengguna.

 

Pengurus koperasi dilibatkan dalam proses evaluasi, sehingga rancangan sistem dapat disesuaikan dengan aktivitas dan karakteristik transaksi koperasi.

 

Pada tahap awal, tim melakukan identifikasi kebutuhan akuntansi koperasi. Proses tersebut mencakup pemetaan kode akun, transaksi unit simpan pinjam, transaksi operasional, serta kebutuhan penyajian laporan keuangan.

 

Prototipe dikembangkan menggunakan Microsoft Excel dengan struktur Input, Process, dan Output.

 

Struktur tersebut mencakup Dashboard, Data Anggota, Chart of Accounts (COA), Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca Saldo, serta laporan keuangan.

 

Sistem juga dilengkapi dengan sejumlah fungsi otomatisasi. Fitur tersebut mencakup validasi kode akun, pemanggilan nama akun secara otomatis, rekapitulasi transaksi debit dan kredit, serta pengecekan keseimbangan transaksi.

 

Kolaborasi Tim dalam Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem dilakukan melalui kolaborasi tim peneliti dengan pihak koperasi. Proses koordinasi dilakukan untuk memahami kebutuhan pengguna sekaligus mengevaluasi rancangan sistem yang dikembangkan.

 

Tahap evaluasi dilakukan dengan meminta masukan pengguna terhadap prototipe.

 

Masukan tersebut menjadi dasar untuk melakukan perbaikan terhadap formula, tata letak, maupun komponen sistem yang dibutuhkan koperasi.

 

Pola pengembangan secara iteratif tersebut menjadi bagian penting dalam metode SDLC Prototyping.

 

Tahap penyempurnaan juga mencakup pengamanan workbook, proteksi data, pengujian menggunakan transaksi nyata, serta perbandingan hasil laporan dengan perhitungan manual untuk memastikan ketepatan output system.

 

Memperkuat Transparansi dan Akuntabilitas

Penelitian ini tidak hanya berorientasi pada digitalisasi pencatatan. Pengembangan sistem juga diarahkan untuk mendukung tata kelola dan akuntabilitas keuangan koperasi.

 

Dalam perspektif Agency Theory, hubungan antara pengurus dan anggota dapat menghadapi persoalan asimetri informasi.

 

Pengurus memiliki akses terhadap informasi operasional dan keuangan, sedangkan anggota membutuhkan informasi yang transparan untuk menjalankan fungsi pengawasan.

 

Karena itu, sistem informasi akuntansi digital dikembangkan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas informasi keuangan dan mendukung transparansi pengelolaan koperasi.

 

Penelitian juga mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mempertimbangkan penerimaan teknologi oleh pengguna..

 

Sistem dirancang dengan mempertimbangkan fungsi akuntansi sekaligus kemudahan penggunaan dan manfaat bagi pengurus koperasi.

 

Menghasilkan Sistem Akuntansi Digital

Hasil penelitian berupa sistem akuntansi digital yang mengintegrasikan proses pencatatan transaksi dan pengolahan data keuangan.

 

Transaksi dimasukkan melalui Jurnal Umum dan selanjutnya diproses menuju Buku Besar serta Neraca Saldo.

 

Data tersebut menjadi dasar penyusunan laporan keuangan, termasuk Laporan Perhitungan Hasil Usaha (PHU) dan Laporan Posisi Keuangan.  Sistem juga mendukung pengelolaan data anggota dan rekapitulasi simpanan anggota.

 

Dengan sistem tersebut, proses pencatatan dan pengolahan informasi keuangan menjadi lebih terstruktur. Pengurus dapat menggunakan sistem sebagai alat bantu dalam mengelola transaksi dan menyusun laporan keuangan koperasi.

 

Mendukung Implementasi Koperasi Merah Putih

Pengembangan sistem ini memiliki relevansi dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

 

Kebijakan tersebut mendorong koperasi desa dan kelurahan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

 

Dalam konteks tersebut, sistem pengelolaan keuangan yang tertata menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung keberlanjutan operasional koperasi.

 

Penelitian ini menggabungkan digitalisasi pencatatan, pengembangan sistem, standardisasi pelaporan, serta keterlibatan pengguna. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu koperasi membangun tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

 

Way Dadi sebagai Model Awal Pengembangan Sistem

Koperasi Merah Putih Way Dadi menjadi lokasi pengembangan dan pengujian sistem pada tingkat kelurahan.

 

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan sistem pada koperasi dengan karakteristik serupa. Roadmap penelitian menempatkan hasil pengembangan di Way Dadi sebagai pondasi untuk replikasi sistem pada koperasi Merah Putih lainnya.

 

Pengembangan berikutnya diarahkan pada integrasi teknologi yang lebih luas, termasuk cloud accounting dan sistem pembayaran digital.

 

Dengan selesainya penelitian ini, Irawan, S.E., M.Si., selaku Ketua Peneliti, bersama M. Muhayin A Sidik, S.E., M.S.Ak., Lihan Rini Puspo W, S.E., M.Si., dan Fenni Yufantria, S.E., Ak., M.Ak., telah menghasilkan model awal Sistem Informasi Akuntansi digital yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata Koperasi Merah Putih Way Dadi..

 

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, transparansi, dan akuntabilitas koperasi, “harap peneliti.

 

Pengembangan sistem ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut menuju sistem akuntansi koperasi yang semakin terintegrasi dan dapat diterapkan pada koperasi desa dan kelurahan dengan karakteristik usaha yang sejenis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *