Sumberpintar.com Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menargetkan posisi di jajaran eksekutif pada Pilkada 2031. Target tersebut mengemuka dalam kegiatan Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus DPC PKB OKI periode 2026–2031, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang berlangsung di Gedung Kesenian Kayuagung, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah politik PKB OKI dalam menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.
Acara ini diikuti 18 pimpinan pengurus anak cabang (PAC) PKB dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKI. Sejumlah organisasi otonom (ortom) PKB juga turut hadir, di antaranya Garda Bangsa, Panji Bangsa, dan Perempuan Bangsa.
Kehadiran jajaran pengurus dari berbagai tingkatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi, soliditas kader, serta menyelaraskan program kerja partai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua DPC PKB OKI, HM Dja’far Sodiq, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun koordinasi yang berkelanjutan dan memperkuat organisasi dalam menjalankan program kerja sesuai tanggung jawab masing-masing.
*Alung Tegaskan Target Minimal Wakil Bupati OKI*
Salah satu pesan politik yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut datang dari Nasrun Halim, yang akrab disapa Alung.
Ia menegaskan bahwa PKB harus berupaya merebut kursi eksekutif pada Pilkada OKI 2031. Menurutnya, target minimal yang harus diperjuangkan adalah posisi Wakil Bupati OKI.
“Pada Pilkada 2031 nanti, PKB harus merebut kursi eksekutif, minimal Wakil Bupati OKI,” kata Alung kepada wartawan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya target politik yang ingin diperjuangkan PKB OKI dalam kontestasi kepala daerah mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, penguatan struktur partai, konsolidasi kader hingga tingkat kecamatan, serta penjajakan komunikasi politik dengan berbagai pihak menjadi sejumlah aspek yang dapat diperhatikan dalam persiapan menuju Pilkada 2031.
Muskercab pun menjadi forum penting untuk membahas arah kebijakan, menyusun program kerja, dan memperkuat koordinasi organisasi dalam menerjemahkan target politik menjadi agenda yang terencana.
*Farid Hadi Sasangko dan Aziz Ari Saputra Masuk Sorotan*
Seiring munculnya target merebut kursi eksekutif, dinamika politik menuju Pilkada OKI 2031 juga membuka ruang pembicaraan mengenai figur-figur yang memiliki pengalaman di lembaga legislatif.
Dua nama yang menjadi perhatian dalam konteks dinamika politik daerah adalah Farid Hadi Sasangko, Ketua DPRD Kabupaten OKI, dan Aziz Ari Saputra, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kabupaten OKI dan Ogan Ilir (OI).
Keduanya memiliki latar belakang sebagai legislator. Pengalaman di lembaga perwakilan rakyat membuat nama mereka relevan untuk diperbincangkan dalam konteks dinamika kepemimpinan daerah menjelang Pilkada 2031.
Namun, penyebutan kedua nama tersebut dalam bursa figur potensial tidak serta-merta berarti keduanya telah menyatakan kesediaan untuk maju sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. Demikian pula, belum ada informasi terkonfirmasi dalam bahan pemberitaan ini mengenai dukungan resmi PKB terhadap salah satu nama tersebut.
Dengan demikian, kemungkinan munculnya figur-figur dari kalangan legislatif dalam kontestasi eksekutif OKI 2031 masih menjadi bagian dari dinamika politik yang perkembangannya menarik untuk dicermati.
*Kehadiran Bupati OKI Jadi Perhatian, Sinyal Koalisi?*
Kegiatan Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Muskercab DPC PKB OKI tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh politik dari tingkat provinsi hingga pusat.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua beserta jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB, anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan II asal PKB, Bertus Melas yang akrab disapa Beben, serta Ketua DPP PKB Muhammad Halim yang akrab disapa Gus Halim.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki juga hadir dalam kegiatan tersebut
Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menambah perhatian terhadap agenda konsolidasi PKB OKI, terutama karena kegiatan ini berlangsung ketika partai mulai menyampaikan target politik untuk Pilkada 2031.
Secara khusus, kehadiran Bupati OKI menjadi perhatian dalam pembacaan dinamika hubungan politik antara PKB dan pemerintah daerah.
Dalam konteks politik daerah, kehadiran kepala daerah dalam kegiatan partai dapat membuka ruang komunikasi dan penjajakan hubungan antarkekuatan politik. Hal itu juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan kerja sama politik yang dapat berkembang menjelang Pilkada mendatang.
Apakah kehadiran H. Muchendi Mahzareki menjadi sinyal awal bagi kemungkinan koalisi dengan PKB pada Pilkada 2031?
Pertanyaan tersebut menarik untuk dicermati, terlebih PKB secara terbuka menyampaikan target merebut kursi eksekutif, minimal posisi Wakil Bupati OKI.
Meski demikian, kehadiran Bupati OKI dalam kegiatan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya dukungan penuh atau kesepakatan koalisi. Kepastian mengenai arah kerja sama politik tetap memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Jika komunikasi antartokoh dan antarkekuatan partai terus berkembang, penjajakan koalisi dapat menjadi salah satu isu penting dalam dinamika politik OKI menjelang 2031.
*Konsolidasi Hari Ini, Target Eksekutif Lima Tahun Mendatang*
Pilkada 2031 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, target yang disampaikan Alung dalam kegiatan konsolidasi PKB OKI menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai arah kepemimpinan daerah mendatang mulai mengemuka.
Bagi PKB OKI, tantangan ke depan bukan hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga mempersiapkan figur, membangun komunikasi politik, serta merumuskan program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Nama Farid Hadi Sasangko dan Aziz Ari Saputra menjadi bagian dari pembicaraan mengenai figur potensial, sementara kehadiran Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menambah dimensi tersendiri dalam dinamika politik yang berkembang.
Apakah PKB nantinya akan mengusung kader sendiri, menjalin koalisi dengan partai lain, atau membuka peluang kerja sama dengan kekuatan politik yang ada di pemerintahan daerah? Semua itu masih menunggu perkembangan dan keputusan resmi.
Yang jelas, melalui Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Muskercab, PKB OKI telah menjadikan target kursi eksekutif sebagai salah satu agenda politik yang perlu dipersiapkan secara serius.
Konsolidasi organisasi menjadi langkah awal, sedangkan konfigurasi figur dan koalisi akan menjadi bagian dari perjalanan politik menuju Pilkada OKI 2031.
(Mas Tris)








