Sumberpintar.com — Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mendorong pengembangan bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang inovatif, berkualitas, dan bernilai jual tinggi. Hal tersebut disampaikannya dalam Festival Pangan Lokal “Kaya Rasa Nusantara” di Asilo Hermelink, Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026).
Festival ini menampilkan beragam kreasi pangan lokal Lampung, mulai dari sayuran, singkong, ubi ungu, kopi, hingga ikan. Berbagai bahan tersebut diolah menjadi produk inovatif, seperti brownies singkong, cheesecake ubi ungu, abon tuna, dan aneka olahan lainnya.
Batin Wulan mengapresiasi kreativitas peserta, khususnya siswa sekolah dan ibu-ibu, yang mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian menarik dengan kualitas dan tampilan yang tidak kalah dari hidangan hotel. Menurutnya, kreativitas tersebut menunjukkan bahwa pangan lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Adik-adik dari sekolah SMK dan ibu-ibu di sini sudah membuktikan bahwa mereka mampu mengkreasikan makanan lokal menjadi makanan yang berdaya jual tinggi dengan daya inovasi dan kreasi yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan produk pangan lokal perlu diiringi dengan peningkatan kualitas, termasuk dari segi kemasan dan pemenuhan sertifikasi halal. Dengan demikian, produk tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Di Lampung ini sangat kaya sumber daya pangan yang macam-macam ragamnya. Berbagai bahan pangan lokal bukan hanya menjadi identitas kita, tetapi juga tradisi yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.
Selain mendorong inovasi produk olahan, Batin Wulan menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan dari lingkungan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah. TP PKK Provinsi Lampung melalui Pokja III terus mendorong masyarakat menanam berbagai kebutuhan pangan, mulai dari tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat.
“Kami turun ke desa untuk giat menyosialisasikan penanaman tanaman pokok, tanaman obat, sayur-mayur, dan buah di pekarangan rumah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung pertanian organik dan mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Langkah tersebut dapat membantu menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah.
Batin Wulan turut mengingatkan pentingnya menerapkan pola konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Keberagaman pangan lokal dapat menjadi modal bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus membiasakan pola makan yang lebih sehat.
Festival Pangan Lokal “Kaya Rasa Nusantara” juga diisi dengan kompetisi inovasi pangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta siswa sekolah. Kegiatan turut dimeriahkan dengan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak.
Batin Wulan berharap festival ini dapat mendorong masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan pangan lokal, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pengolahan pangan untuk mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang usaha.
“Melalui Festival Pangan Lokal Kaya Rasa Nusantara, kami berharap dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap pangan lokal serta membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” tutupnya. (*)








