Pilkakon: Optimisme Membangun Desa dan Pentingnya Adu Gagasan

Opini49 Views

Oleh Gustom 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kecamatan Pardasuka

Perhelatan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak di Kabupaten Pringsewu yang diikuti oleh 59 pekon menjadi momentum krusial bagi masa depan pembangunan masyarakat desa.

 

Pilkakon bukan sekadar ritual demokrasi antartetangga, melainkan ajang menentukan kepemimpinan yang akan menahkodai arah kemajuan desa beberapa tahun ke depan. Untuk itu, semangat optimisme dan kesadaran kolektif harus menjadi fondasi utama seluruh lapisan masyarakat.

 

Optimisme terhadap perubahan dan kemajuan desa hanya dapat terwujud jika seluruh proses demokrasi berjalan secara dewasa.

 

Pilar utama dari demokrasi yang sehat di tingkat pekon adalah mengedepankan adu gagasan, program kerja, serta visi dan misi para calon pemimpin, bukan terjebak dalam politik identitas, prasangka dan saling mencurigai.

 

Di balik antusiasme warga, potensi gesekan antarpendukung di tingkat pekon sering kali lebih tinggi karena jarak sosial yang sangat dekat. Oleh karena itu, semua pihak mulai dari para calon, tim sukses, hingga warga pendukung wajib menjaga situasi agar tetap aman, damai, dan kondusif.

 

Sentimen negatif, penyebaran fitnah, serta ujaran kebencian (hate speech) di media sosial maupun di lapangan harus sepenuhnya dihindari.

 

Narasi provokatif hanya akan memecah belah keharmonisan warga yang selama ini telah terbangun secara sosial dan kultural.

 

Menurut Gustom, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kecamatan Pardasuka, agar Pilkakon berjalan sukses dan menghasilkan pemimpin berkualitas, ada beberapa langkah penting yang perlu diresapi bersama:

 

1. Saling Menahan Diri saat Muncul Gesekan: Ketika dinamika atau perbedaan pendapat memanas di lapangan, kedewasaan untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara dialog dan kekeluargaan.

 

2. Menggelorakan Kampanye Sehat: Kampanye seharusnya menjadi ajang edukasi politik warga. Pembahasan wajib difokuskan pada solusi konkret atas permasalahan desa, seperti infrastruktur, ketahanan pangan, hingga peningkatan ekonomi warga.

 

3. Paham Hakikat Menang dan Kalah: Semua pihak harus menyadari sejak awal bahwa setiap calon memiliki potensi yang sama untuk menang maupun kalah. Siapa pun yang terpilih adalah kemenangan warga pekon, dan yang belum beruntung tetap memiliki peran strategis untuk berkontribusi membangun desa.

 

Pilkakon harus menjadi ajang pembuktian bahwa masyarakat desa mampu berdemokrasi secara bijak. Dengan menjauhi provokasi dan mengedepankan adu gagasan, optimisme untuk membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama.

 

Gustom juga mengajak agar semua masyarakat ikut andil berpatisipasi dan mengawal Pilkakon dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan, “ajaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *