Pemprov Lampung Dorong ITERA Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi Komoditas untuk Pembangunan Daerah

Sumberpintar.com — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjadi salah satu pusat inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan teknologi, riset, dan hilirisasi komoditas unggulan Lampung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan dalam Dies Natalis ke-12 ITERA Tahun 2026 di Gedung Kuliah Umum 2 ITERA, Lampung Selatan, Selasa (06/10/2026).

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Sekdaprov Marindo menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-12 ITERA. Ia menilai perkembangan ITERA terus menunjukkan tren positif, ditandai dengan semakin besarnya kepercayaan masyarakat serta semakin kuatnya posisi ITERA sebagai institusi pendidikan tinggi bagi generasi muda dari Lampung maupun daerah lainnya.
“Saya berharap tren ini terus kita dorong. Karena semakin banyak anak-anak mendapatkan pendidikan tinggi, semakin besar pula peluang kita untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu membawa perubahan bagi daerahnya,” ujarnya.

Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwasannya pertanian masih menjadi kekuatan utama perekonomian Lampung. Pada semester I 2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,43 persen dengan nilai ekonomi mencapai Rp280,28 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi kedua di Sumatera.
“Ini adalah kekuatan yang harus kita kelola dengan baik. Kita ingin pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi. Kita ingin pertanian menjadi sumber nilai tambah yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat di desa,” jelasnya.

Lampung memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung, ubi kayu, kopi, lada, karet, kelapa, tebu, nanas, pisang, kelapa sawit, hingga komoditas peternakan dan perikanan.
“Kita ingin komoditas Lampung tidak hanya keluar dari daerah dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah, dikembangkan teknologinya, diproduksi menjadi produk bernilai tinggi, dan kemudian dipasarkan ke pasar nasional maupun global,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, jelas Sekdaprov Marindo, ITERA memiliki peran penting dalam mendukung agenda hilirisasi dan pengembangan teknologi di Lampung. “Di sinilah saya melihat peran ITERA menjadi sangat penting,” katanya.

Selain hilirisasi, Sekdaprov Marindo menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemprov Lampung telah menjalankan sejumlah program, seperti Program Satu Desa Satu Sarjana, Kelas Migran Vokasi, Kelas Cangkok, Lampung Mengajar, serta pembebasan biaya pendidikan bagi siswa SMA dan SMK negeri.

Menurutnya, penguatan SDM dan inovasi harus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam semangat Sakai Sambayan atau kolaborasi hexahelix.

“Kita ingin setiap penelitian memiliki peluang untuk diterapkan. Kita ingin inovasi tidak berhenti di laboratorium. Kita ingin ilmu pengetahuan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi perkembangan ITERA selama 12 tahun. Ia berharap kerja sama antara ITERA dan Pemprov Lampung dapat terus diperkuat.

Brian juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan perguruan tinggi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Lampung dan Sumatera.

“Kami berharap ITERA dapat terus membantu Pemda Lampung. Berbagai masalah yang ada di provinsi kami persilakan untuk diberikan kepada ITERA atau kampus-kampus lainnya, sehingga berbagai penelitian, mulai dari skripsi hingga tesis, nantinya merupakan riset-riset untuk menjawab permasalahan yang ada di Sumatera, khususnya di Lampung,” katanya.

Brian juga mengapresiasi program penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan ITERA, termasuk riset berkelanjutan yang dinilai telah mendapat pengakuan dunia. Ia mendorong agar hasil penelitian ITERA semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah sekitar.
“Kami mendorong ITERA dapat berdampak, memberikan dampak dalam menjawab persoalan-persoalan yang ada di daerah sekitarnya,” ujarnya.

Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi mengatakan Dies Natalis ke-12 menjadi momentum untuk memperkuat transformasi ITERA menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak.

Dengan tema “Rumah Inovasi Menuju Keunggulan Global” dan tagline “Brave, Independent, Sustainable and Adaptive”, ITERA saat ini memiliki 22.651 mahasiswa aktif, 41 program studi sarjana, dan satu program magister. ITERA juga telah menghasilkan 16.159 lulusan.

Dalam bidang akademik, delapan program studi telah memperoleh predikat unggul, sementara sejumlah program studi lainnya tengah menjalani proses akreditasi.

Elfahmi mengatakan peningkatan kualitas SDM, riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi fokus ITERA ke depan.

Saat ini, ITERA telah membentuk sejumlah kelompok riset, antara lain untuk pengembangan nilai tambah singkong dan komoditas unggulan Lampung, logam tanah jarang, energi baru terbarukan, desa binaan, serta pengelolaan sampah terintegrasi.

“Riset harus menjadi inovasi, inovasi harus menjadi solusi, dan solusi harus memberikan dampak,” kata Elfahmi.

Ia berharap usia 12 tahun menjadi fondasi bagi ITERA untuk melompat menjadi institusi yang semakin unggul, inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi Sumatera serta Indonesia.
(*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *