Camat Tanjung Karang Timur Mengimbau dan Turun Langsung terhadap Musibah Kejadian Anak Tenggelam saat Bermain Turun Hujan

Berita541 Views

BandarLampung, Sumberpintar.com Kondisi cuaca ekstrem masih menyelimuti Kota Bandar Lampung, Sabtu (17/01/2026).

Membuat para camat se-Kota Bandar Lampung siap siaga monitoring turun hujan, sehingga penanganan awal untuk penyelamatan korban.

Ditengah guyuran hujan, Telah ditemukan anak tenggelam di sungai Way Awi Kel. Jagabaya I Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung Sabtu 17 Januari 2026.

Kronologis kejadian 

Pada pukul 13.00 wib korban a.n. Abdul Rosyid Asady (9) bermain bersama ketiga temannya yaitu Al, Fahri dan Faiz untuk mencari kelereng di sungai Way Awi Kelurahan Jagabaya I Kecamatan Way Halim.

Pukul 13.30 wib setelah sampai di sungai dan turun disungai langsung mencari kelereng akibat kelerengnya terjatuh masuk ke dalam sungai.

Tidak lama setelah itu, tiba-tiba korban langsung membuka baju dan langsung berenang sehingga membuat kaget teman-temannya dan ternyata air sungai tersebut dalam dan korban tenggelam kurang lebih dengan kedalaman 1,5 meter.

Setelah kejadian tersebut tiga orang kawannya berteriak minta tolong, kemudian ditolong oleh Katua Lingkungan I Kelurahan Jagabaya I a.n. bapak Indra dengan dibantu warga.

Karena masih tidak ada perubahan, kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Kampung Sawah dan pukul 14.25 WIB, selanjutnya korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh petugas Puskesmas Kampung Sawah dan korban telah dibawa ke rumah duka di semayamkan Jl. Romowijoyo Atas RT 13 LK 1 Kel. Sawah Brebes Kec. TKT, Orangtua Korban Mardi Saputra (45) dengan pekerjaan Linmas Sawah Brebes.

Adapun yang hadir saat itu untuk membantu yaitu : Camat Tanjung Karang Timur, Camat Way Halim, Lurah Sawah Lama, Lurah Jagabaya 1, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kaling, RT dan Linmas.

Camat Tanjung Karang Timur Dedi Saputra, S.IP., M.IP., mengimbau para orang tua agar selalu memantau, memerharikan aktivitas putra dan putrinya, ketika bermain diluar rumah saat hujan turun.

Iapun menambahkan, agar di beri pengertian kepada putra dan putri nya untuk tidak bermain di daerah yg memiliki risiko tinggi ketika hujan seperti siring, got, drainase maupun sungai atau kali untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan mengingat cuaca sedang ekstrem berdasarkan informasi BMKG, “tutup Dedi Saputra

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *