Bandar Lampung, Advokat Putri Maya Rumanti, S.H., M.H., turut mengucapkan duka mendalam. Ini menyikapi meninggalnya Erdaningsih, M.Pd. Kepala SD Negeri 1 Sumber Rejo saat berada di atas kapal di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (15/01/2026) dalam rangka mengikuti perjalanan wisata yang diikuti pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung.
“Dengan hati yang tulus saya mengucapkan Innalilahi Wainnailaihi Raji’un.. Semoga almarhumah husnul khatimah. Aamiin,” ucap Putri Maya Rumanti, Sabtu, 17 Januari 2026.
Namun demikian Putri Maya Rumanti, sangat mengecam kebijakan Plt Kepala Dinas Pendidikan kota Bandar Lampung.
Dimana mereka tetap saja mengabaikan instruksi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk tidak melakukan kegiatan study tour atau wisata rohani yang sifatnya hanya bersenang-senang dan pemborosan.
Apalagi kegiatan ini telah meninggalkan luka mendalam, karena dalam perjalanan merenggut nyawa anak bangsa yang meninggal dunia. Karenanya Putri Maya Rumanti meminta Gubernur Lampung, agar serius merespon dan menegur Walikota dan Pl. Kadisdik Kota Bandar Lampung.
Alasannya kegiatan ini bukanlah hal pertama yang mereka lakukan.
Beberapa waktu lalu secara sembunyi-sembunyi kegiatan pernah dilakukan. Namun karena terexspose media, Kadisdik Bandar Lampung langsung memerintahkan anak buahnya pulang dan urung ikut menyusul bersama Ketua K3S Bandar Lampung.
“Usut tuntas. Apa manfaatnya. Dari mana uangnya. Karena tindakan ini sudah sangat keterlaluan dan berulang.
Ketika satu orang meninggal dunia di perjalanan, tapi yang lain tetap melanjutkan healing nya ke Jawa Barat. Sungguh tak beradab dan tak punya hati nurani,” ungkap Putri Maya Rumanti geram.
Putri pun turut menyindir kinerja DPRD Kota Bandar Lampung yang bungkam dan hanya duduk manis di ruang ber-AC.
“Kok program begini, mereka sampai tidak mengetahui. Kok bisa lolos. Mereka ini lembaga pengawasan/legislasi atau apa sich kerjanya,” tukasnya.
Putri Maya Rumanti berharap DPRD bertindak tegas dan memanggil semua pihak terkait. Terutama Walikota dan Plt Kadisdikbud Bandar Lampung untuk diberi sanksi tegas.
Putri Maya Rumantipun menyayangkan peristiwa ini.
Menurutnya jika mau berwisata, tak perlu jauh-jauh dan menganggarkan biaya fantastis. Di Lampung juga banyak tempat wisata yang bisa dijadikan tujuan untuk memajukan wisata dan UMKM lokal dan jalan-jalan saat jam kerja.
“Kenapa Dinas Pendidikan Bandar Lampung selalu begini. Apa karena ada uangnya ya. Untuk itu saya minta dengan sangat kepada Gubernur Lampung dan DPRD menegur walikota dan Plt Kadisdik Bandar Lampung atas adanya insiden ini.
Karena sudah merenggut nyawa manusia, yakni Kepala sekolah SD 1 Sumberejo Kemiling, ibunda Erda Ningsih. M.Pd.,” ujar Putri Maya Rumanti seraya berjanji akan melaporkan peristiwa ini kepada Presiden RI Bapak Prabowo, serta terus melakukan pemantauan perkembangan kasus yang sudah merenggut nyawa ini.
Sebelumnya DPRD Kota Bandar Lampung juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Erdaningsih, M.Pd. Kepala SD Negeri 1 Sumber Rejo tersebut meninggal dunia saat berada di atas kapal di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (15/1/2026) dalam rangka mengikuti perjalanan wisata yang diikuti pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung.
“Sebagai bentuk tanggung jawab pengawasan, Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Ketua PGRI Kota Bandar Lampung untuk meminta penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Dewi Mayang Suri Djausal.
Menurut Dewi Mayang Suri Djausal, pihaknya tidak akan tinggal diam, dan memandang sangat serius kejadian ini. Baik dari sisi keselamatan tenaga pendidik maupun kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah. Hasil pemanggilan tersebut akan menjadi dasar bagi DPRD dalam menentukan langkah lanjutan.
“Kami juga dari DPRD Kota Bandar Lampung mengimbau publik untuk tetap tenang dan menunggu hasil klarifikasi resmi demi menjaga suasana kondusif serta menghormati keluarga almarhumah,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kegiatan perjalanan wisata yang diikuti pengurus PGRI Kota Bandar Lampung berujung duka. Seorang guru bernama Erdaningsih, Kepala SD Negeri 1 Sumber Rejo, meninggal dunia saat berada di atas kapal Pelabuhan Bakauheni, Kamis (15/01/2026).
Rombongan perjalanan wisata ini sendiri diberangkatkan dengan menggunakan sepuluh bus menuju Pulau Jawa dan dilepas oleh Asisten II sekaligus Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.
Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga terjatuh di tangga kapal dan sempat dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini memicu sorotan publik, Terutama terkait kebijakan perjalanan luar daerah di lingkungan pendidikan yang sebelumnya telah diatur dalam surat edaran pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah pihak menilai kegiatan tersebut perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Ditambahkan pula oleh Ketua Komisi IV Bandar Lampung Asroni Paslah akan melakukan hearing terhadap kegiatan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung jalan-jalan ke Luar Lampung dengan menggunakan uang negara.
Publik menunggu akankah selaku wakil rakyat memberikan sanksi tegas atau hanya melepaskan kewajiban formalitas saja sebatas pemanggilan tanpa ada rekomendasi keras terhadap Wali Kota Bandar Lampung dan Plt Disdikbud Bandar Lampung, karena diduga pengelolaan anggaran tidak tepat sasaran yang telah melanggar aturan surat edaran presiden Republik Indonesia tentang efisiensi dan Gubernur Lampung jalan-jalan keluar wilayah Lampung.







