Sumberpintar.com Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, H. Wiyadi., SP. M.M., menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatan jasmani dan rohani, silaturahmi dan toleransi.
Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi., S.P. M.M., saat sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di taman wisata Alam, Lengkung Langit 2 di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Jum’at (27/03/2026).
Sosialisasi PIP-WK anggota DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi menghadirkan dua narasumber yakni Melinda dan Suheli.
“Mari kita menjaga kesehatan jasmani dan rohani, silaturahmi dan toleransi merupakan salah satu dari pengalaman sila Pancasila, karena ketika kita menjaga kesehatan tentunya badan sehat serta pikiran pun akan jernih, dengan kita sehat dapat bersilaturahmi dengan saudara saat lebaran Idul Fitri, akan menambah rezeki,” terang Wiyadi saat sambutan.
Sebagai Warga Negara Indonesia, tambah Wiyadi legislator asal PDI-Perjuangan ini patut merasa bersyukur, karena negara Indonesia ada Ideologi Pancasila.
Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bagi warga negara Indonesia.
“Alhamdulillah negara Indonesia dinaungi ideologi Pancasila, sebagai pemersatu bangsa yang diikat dengan Bhinneka Tunggal Ika.
Bayangkan di negara Eropa saat ini sedang ada perang seperti di Iran, Israel, tidak bisa kita bayangkan saudara kita yang muslim bagaimana mereka menjalankan ibadah puasa, sebentar sebentar ada bom.
Alhamdulillah kita di Indonesia bisa khusyu’ menjalankan ibadah puasa, di Indonesia tidak ada perang, bagaimana ideologi pancasila kita jadikan pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Namun demikian, imbuh dia meski angka kriminalitas di Lampung dan Kota Bandar Lampung khususnya menurun akan tetapi dibalik itu semua ada fenomena yakni kerapnya terjadi keributan antar tetangga hanya karena masalah sepele.
“Ya saya ngobrol dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas bahwa angka kriminalitas di kota menurun, namun saat ini sering terjadi cek cok antar tetangga, karena masalah kecil,” jelasnya.
“Seperti tetangga beli mobil, tetapi tidak memiliki lahan parkir, tidak dimasukkan kedalam rumah, sehingga memarkirkan mobil di tepi jalan, akibatkan mengganggu tetangga keluar masuk mobil nya dapat terjadi cekcok mulut.
Hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi dan rasa toleransi antar tetangga,” imbuhnya.
“Makanya banyak ribut antar tetangga, karena itu bagaimana kita mengamalkan ideologi Pancasila, sehingga kita bisa saling menghormati dan saling toleransi, jangan sampai sesama tetangga tidak saling tegur sapa dan akibatnya saling ribut, Mari jaga silaturahmi dan toleransi,” tutupnya.







