Jang IM Sebut Doorprize HPN OKI dari “Ngamen”, PWI Absen dan Jadi Sorotan

Palembang64 Views

Sumberpintar.com Pernyataan mengejutkan disampaikan Nurmuin alias Jang IM selaku perwakilan media yang juga salah satu panitia HPN OKI,terkait pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Ia mengungkapkan bahwa hadiah doorprize dalam kegiatan tersebut berasal dari hasil penggalangan dana tidak resmi atau yang ia istilahkan sebagai “ngamen”.

 

Pernyataan itu disampaikan Jang IM saat memberikan sambutan dalam peringatan HPN OKI, Jum’at (24/04/2026). Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan utama panitia harus berinisiatif mencari dukungan secara mandiri.

 

“Kalau bicara doorprize, itu bukan dari anggaran besar. Apalagi saat ini kita dalam kondisi efisiensi. Semua itu hasil ‘ngamen’, istilahnya kita cari sendiri ke sana-sini,” ujarnya.

 

Menurut Jang IM, kondisi tersebut mencerminkan masih minimnya dukungan terhadap kegiatan insan pers di daerah.

 

Padahal, HPN merupakan momentum penting untuk memberikan apresiasi terhadap peran jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

 

Ia menilai, ke depan perlu ada perhatian lebih serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar pelaksanaan HPN dapat didukung oleh sistem pendanaan yang jelas dan terstruktur.

 

“Jangan sampai kegiatan sebesar HPN justru bergantung pada inisiatif personal. Harus ada komitmen bersama,” tegasnya.

 

Di sisi lain, absennya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam peringatan HPN OKI turut menjadi sorotan. Ketidakhadiran organisasi wartawan tertua di Indonesia itu memunculkan spekulasi adanya bentuk boikot terhadap kegiatan tersebut.

 

Sejumlah kalangan menilai, absennya PWI bukan sekadar kebetulan, melainkan signal adanya persoalan internal maupun ketidaksepahaman dalam penyelenggaraan HPN di daerah. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PWI terkait alasan ketidakhadiran mereka.

 

Sementara itu, sejumlah insan pers di OKI mengakui bahwa kondisi keterbatasan dukungan anggaran bukan hal baru. Mereka menyebut, panitia kerap harus bergerak secara mandiri demi menyukseskan kegiatan.

 

Meski demikian, mereka berharap adanya perbaikan dalam sistem pendanaan ke depan agar pelaksanaan HPN dapat berjalan lebih profesional dan inklusif, serta tidak menimbulkan kesan adanya perpecahan di tubuh insan pers.

 

Pernyataan Jang IM serta absennya PWI dalam kegiatan tersebut kini menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait transparansi, dukungan anggaran, serta soliditas organisasi pers dalam menjaga marwah dan profesionalisme di daerah.

 

(Mas Tris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *