Ogan Komering Ilir Pacu Nilai Kabupaten Layak Anak 2026 Jadi Taruhan

Palembang28 Views

Sumberpintar.com Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,memacu peningkatan nilai Evaluasi Mandiri (EM) sebagai langkah krusial menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) 2026. Hingga saat ini, capaian EM OKI masih berada di angka 592,5, yang dinilai belum cukup kuat untuk bersaing dalam penilaian nasional.

 

Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi signal perlunya percepatan pembenahan lintas sektor. Ia menekankan bahwa KLA bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen nyata terhadap pemenuhan hak anak,”tegasnya.

 

“Kabupaten Layak Anak adalah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara terencana dan berkelanjutan, melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Asmar, Selasa (28/4).

 

Menurutnya, pengalaman meraih penghargaan KLA kategori Pratama pada 2023 harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas capaian, bukan sekadar mempertahankan status.

 

“Kita tidak boleh puas. Tahun 2026 harus menjadi momentum peningkatan kualitas, bukan hanya pengulangan capaian,” tegasnya.

 

Penilaian KLA mencakup lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus anak. Seluruh indikator tersebut kini menjadi fokus penguatan lintas perangkat daerah.

 

Kepala DPPPA OKI, Hj. Arianti, menyatakan bahwa penguatan evaluasi diarahkan agar program pemerintah tidak berhenti pada aspek administratif, melainkan berdampak langsung pada kualitas hidup anak.

 

“Yang kita kejar bukan sekadar nilai, tetapi bagaimana anak-anak di OKI benar-benar terlindungi, tumbuh, dan berkembang secara optimal,” katanya.

 

Sementara itu, DPPPA Provinsi Sumatera Selatan turut melakukan pendampingan teknis dalam proses penginputan data evaluasi. Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak, Yunedi, menekankan pentingnya akurasi dan kelengkapan data sebagai faktor penentu dalam penilaian KLA.

 

“Data harus valid dan lengkap agar capaian program dapat terukur dalam sistem penilaian,” ujarnya.

 

Meski optimistis, tantangan pemenuhan indikator di seluruh klaster masih menjadi pekerjaan rumah besar.

 

Sinkronisasi program, konsistensi anggaran, serta keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan OKI dalam meningkatkan peringkat KLA pada 2026.

 

Dengan percepatan yang kini dilakukan, Pemerintah Kabupaten OKI menempatkan KLA 2026 bukan sekadar target formal, tetapi sebagai tolok ukur sejauh mana komitmen daerah dalam menjamin hak dan perlindungan anak benar-benar terwujud.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *