Sumberpintar.com Sebagai komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan akuntabel, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung terus melakukan optimalisasi pada sektor penunjang medis.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoperasikan 10 Depo Farmasi unit tersebut di berbagai titik strategis guna memastikan efektivitas distribusi obat kepada pasien.
Kesepuluh Depo Farmasi tersebut meliputi: Depo Rawat Jalan, Depo Eksekutif, Depo HD, Depo VCT, Depo ICU, Depo OK (Kamar Operasi), Depo UGD, Depo Alamanda, Depo Bedah, dan Depo Kemoterapi. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi tingginya volume kunjungan pasien yang rata-rata mencapai 800 orang per hari.
Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, Sp. An., K-MN., M. Kes., menyatakan bahwa transformasi alur pelayanan di Instalasi Farmasi ini merupakan prioritas manajemen untuk menjamin keamanan (patient safety) dan ketepatan terapi.
“Kami menyadari bahwa farmasi adalah jantung dari proses pemulihan pasien. Dengan mengoptimalkan 10 depo ini,
Kami ingin memastikan alur pelayanan berjalan lebih sistematis, cepat, dan yang terpenting adalah mengedepankan keselamatan pasien sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit,” ujar dr. Imam Ghozali, Rabu (06/05/2026).
Alur Pelayanan Berbasis Standar Keselamatan
Dalam operasionalnya, Instalasi Farmasi RSUDAM menerapkan prosedur yang ketat dan terukur.
Proses dimulai dari penerimaan resep dari Poliklinik Rawat Jalan, yang kemudian dilakukan Telaah Resep secara mendalam oleh Apoteker untuk memastikan keabsahan dan ketepatan dosis.
Tahap selanjutnya adalah Entry Resep dan Cetak Etiket. Penggunaan etiket digital ini bertujuan agar identifikasi obat menjadi jelas, mempermudah pasien memahami panduan penggunaan, serta meminimalisir risiko kesalahan pemberian obat (medication error).
Setelah itu, Apoteker melakukan penyiapan obat yang mencakup pengambilan stok hingga proses peracikan (khusus untuk obat jenis puyer atau sirup). Sebelum obat sampai ke tangan pasien, RSUDAM menerapkan prosedur Pengecekan Akhir (Double Check).
“Setiap obat wajib melalui tahap pengecekan ganda oleh Apoteker untuk menjamin kesesuaian antara fisik obat dengan resep dokter.
Pada tahap akhir, Apoteker juga memberikan edukasi atau penjelasan singkat kepada pasien saat penyerahan obat agar proses pengobatan di rumah berjalan optimal,” tambah dr. Imam.
Melalui sistem pelayanan yang terintegrasi dan profesional ini, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan yang terpercaya di Provinsi Lampung.
Tentang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek:
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek adalah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung yang berdedikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut dengan keunggulan pada aspek profesionalisme, keselamatan pasien, dan inovasi berkelanjutan.








