Sumberpintar.com Kasus mafia solar subsidi di Bandar Lampung makin panas.
Polisi sekarang lagi dalami dugaan keterlibatan oknum SPBU dalam praktik penimbunan BBM subsidi jenis solar.
Semua terbongkar setelah polisi menggerebek jaringan penimbun solar subsidi beberapa waktu lalu dari lokasi.
Petugas menemukan banyak pelat nomor kendaraan dan barcode pengisian BBM subsidi
Yang bikin curiga jumlah pelat nomor yang ditemukan malah lebih banyak dibanding barcode yang ada.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay bilang, dugaan sementara pelaku pakai modus gonta-ganti pelat nomor kendaraan buat beli solar subsidi, “ungkapnya.
“Plat kendaraan dipasang bergantian untuk membeli solar subsidi,” jelas Alfret, Jumat (08/05/2026).
Parahnya lagi polisi juga lagi cek kemungkinan kendaraan bisa isi solar subsidi TANPA barcode resmi.
Kalau bener begitu, berarti ada celah besar di pengawasan SPBU,” terangnya.
Sejumlah pihak SPBU pun sekarang mulai dipanggil polisi buat diminta keterangan.
Polisi juga koordinasi sama Pertamina Patra Niaga buat ngecek data barcode dan identitas kendaraan yang terdaftar.
Menurut Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Iptu Sutomo, “pelaku tiap hari bisa beli solar subsidi dalam jumlah gede, “jelasnya.
“Satu barcode bisa isi sekitar 200 liter untuk kendaraan besar,” katanya.
Sementara tersangka AH (31) yang sudah ditangkap ngaku dirinya cuma disuruh beli dan ngangkut solar subsidi.
Modal pembelian BBM disebut berasal dari seseorang berinisial AG.
Nah solar subsidi itu lalu dijual lagi ke gudang penampungan di Bandar Lampung dengan keuntungan sekitar Rp1.700 per liter.
Polisi memastikan kasus ini masih terus dikembangkan Termasuk kemungkinan ada oknum SPBU atau jaringan lain yang ikut bermain dalam bisnis solar subsidi ilegal ini.
“Kalau terbukti terlibat, semua bakal diproses hukum,” tegas polisi
–








