Puluhan Siswa di Air Sugihan Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

OKI, Sumberpintar.com — Puluhan siswa di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/7/2026). Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan melalui uji laboratorium.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 38 siswa dari SD Bandar Jaya, SMP Bandar Jaya, dan MI Nurul Huda mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Seluruh siswa yang mengalami keluhan langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Air Sugihan Jalur 25.

Pimpinan Puskesmas Air Sugihan Jalur 25, Sentot, mengatakan seluruh siswa yang sempat menjalani perawatan kini berangsur membaik.

“Alhamdulillah, seluruh siswa yang mendapat penanganan medis kini kondisinya semakin membaik dan terus kami pantau agar tidak ada keluhan lanjutan,” ujar Sentot.

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, pihak Puskesmas telah mengambil sampel makanan MBG dan mengirimkannya ke laboratorium guna dilakukan pemeriksaan.

“Kemungkinan hasilnya bisa keluar sekitar satu minggu,” katanya.

Di tengah beredarnya informasi di masyarakat bahwa dapur penyedia makanan MBG diduga milik seorang anggota DPRD Kabupaten OKI, Sentot mengaku informasi yang diterimanya mengarah pada hal tersebut. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten OKI, Budiman, membantah kabar tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki dapur MBG.

“Saya tidak punya dapur,” ujarnya singkat.

Budiman juga mengaku belum mengetahui adanya peristiwa yang menimpa para siswa.

“Saya juga belum tahu,” katanya.

Saat dimintai tanggapan lebih lanjut mengenai insiden tersebut, Budiman memilih tidak memberikan komentar karena kondisi kesehatannya sedang kurang baik.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Drs. Alamsyah, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Susmiyati, M.Kes., mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

“Kalau keracunan pasti seluruh siswa. Ini kan hanya beberapa saja. Kita masih menunggu hasil laboratorium,” ujar Susmiyati.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Ahmad Maliki, ST, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Ia berharap pengelola dapur MBG meningkatkan standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengawasan dalam proses penyajian makanan.

“Kami berharap pihak dapur MBG lebih berhati-hati serta memperhatikan higienitas dapur maupun menu makanan yang disajikan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Menanggapi peristiwa tersebut, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Ilir, Aziz Ari Saputra, menyampaikan keprihatinannya. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bekerja secara profesional dan mengutamakan keselamatan peserta didik.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menghimbau keras kepada semua pihak yang terkait MBG untuk lebih sungguh-sungguh serta menanamkan niat baik, bukan hanya berorientasi pada benefit saja,” tegas Aziz.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan terus memantau kondisi para siswa serta melakukan investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi guna memastikan penyebab kejadian secara ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *