Sumberpintar.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Pendidikan Politik dalam rangka Sosialisasi dan Penjelasan Strategi serta Kebijakan Politik Elektoral Tahun 2026, Jum’at (31/07/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC) dari seluruh kecamatan, kader partai, serta menghadirkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan sebagai narasumber.
Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal sekaligus penguatan kapasitas kader dalam memahami arah kebijakan organisasi, strategi politik elektoral, serta dinamika politik yang akan dihadapi pada periode mendatang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten OKI, Febriansyah Wardhana, S.T., mengatakan, “Pendidikan politik merupakan agenda strategis partai dalam membentuk kader yang memiliki pemahaman ideologi, disiplin organisasi, serta kemampuan menjalankan fungsi politik secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
“Melalui pendidikan politik ini, kami ingin membangun kader yang memiliki integritas, loyal terhadap organisasi, memahami arah kebijakan partai, dan siap menghadapi berbagai dinamika politik dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar Febriansyah.
Menurutnya, kader PDI Perjuangan tidak hanya dituntut memahami strategi politik elektoral, tetapi juga harus memperkuat soliditas internal, menjaga disiplin organisasi, serta terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja-kerja nyata yang berpihak kepada kepentingan rakyat, “tuturnya
Ia menambahkan, konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci menjaga kekompakan organisasi hingga tingkat akar rumput. Dengan demikian, seluruh kader diharapkan memiliki visi, arah gerak, dan semangat perjuangan yang sama dalam menjalankan amanat partai, ” tambahnya.
Dalam materi yang disampaikan kepada peserta, pendidikan politik difokuskan pada penguatan ideologi partai, strategi politik elektoral, komunikasi politik, penguatan kelembagaan organisasi, serta peningkatan kapasitas kader dalam menghadapi dinamika politik di tingkat nasional maupun daerah.
Secara terpisah, pengamat politik Sumatera Selatan, Edison Aslan, menilai pendidikan politik merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kader sekaligus memperkuat sistem demokrasi. Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten OKI periode 2004–2009 itu, partai politik tidak hanya bertugas mempersiapkan kader menghadapi kontestasi elektoral, tetapi juga membentuk kader yang memahami ideologi, etika politik, tata kelola organisasi, serta tanggung jawab sebagai representasi masyarakat.
“Partai politik memiliki fungsi strategis dalam mencetak kader yang tidak hanya siap bertarung dalam pemilu, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai demokrasi dan konstitusi,” kata Edison, Jum’at (31/07/2026).
Ia menilai konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) merupakan langkah yang lazim dilakukan partai politik untuk menjaga soliditas internal, menyamakan persepsi terhadap arah kebijakan organisasi, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Menurut Edison, pelaksanaan pendidikan politik tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik yang menegaskan bahwa partai politik memiliki fungsi memberikan pendidikan politik kepada anggota dan masyarakat guna meningkatkan kualitas demokrasi, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta partisipasi politik warga negara.
Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten OKI juga melaksanakan berbagai agenda konsolidasi organisasi, di antaranya pelaksanaan fit and proper test bagi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Melalui pendidikan politik ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten OKI berharap seluruh kader semakin memahami strategi perjuangan partai, memperkuat disiplin organisasi, menjaga soliditas internal, serta mampu menjalankan peran politik secara santun, demokratis, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan politik yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapan organisasi menghadapi agenda politik elektoral, tetapi juga meningkatkan kualitas kader dalam menjalankan fungsi representasi, pendidikan politik, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai prinsip-prinsip demokrasi dan konstitusi.








