Wali Kota Bandar Lampung Diminta Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan di Kecamatan Tanjung Senang yang Disorot Warga 

Berita61 Views

Sumberpintar.com Pembangunan jembatan gg Waru ruas Jalan M.Yunus Kecamatan Tanjung Senang dengan nilai kontrak Rp 497.742.000 tanggal kontrak 4 Agustus 2026 masa pelaksanaan 150 hari kalender dengan pelaksana CV Dadi Artha Guna tahun pelaksanaan 2026 disorot warga Tanjung Senang, Kamis (29/10/2026).

 

Persoalan saat ini sudah mulai hujan namun jembatan tersebut bagi warga Tanjung Senang, belum ada urgensinya membangun jembatan di lokasi ini, lebih baik membangun drainase, jalan lingkungan yang masih banyak rusak, “ujar Toni dan Akmal.

 

Jembatan ini tampak dipaksakan dan terindikasi tidak adanya perencanaan dan fungsi pengawasan dari Dinas PU Bandar Lampung, konsultan pengawas dan kontraktor, “ujar Akmal dan Toni di lokasi.

 

Mereka sudah dua hari ke lokasi namun diserahkan oleh kepala tukang dan adanya kejanggalan, ketika dilokasi jembatan tersebut mentok dengan jalan buntu dan hanya terdapat beberapa rumah saja, ” ungkap Toni dan Akmal selaku masyarakat Tanjung Senang.

 

Mereka pertanyakan urgensinya membangun jembatan tersebut, apakah hanya untuk dapat dilalui motor atau mobil juga? Dikuatirkan mobil tidak bisa lewat dikarenakan kondisi jalan yang sempit dan terlalu menikung dengan ketinggian tanah dibawahnya?.

Anggaran yang digunakan Ratusan Juta Rupiah, namun diduga tidak berdampak positif bagi masyarakat banyak, sehingga akan sia-sia.

 

Masyarakat Tanjung Senang meminta Wali Kota Bandar Lampung dapat meninjau langsung dan evaluasi pekerjaan ini seberapa urgent dan prioritas, “terang Akmal dan Toni warga Tanjung Senang.

 

Saat dilokasi kepala tukang menjelaskan pengawas dan kontraktor sedang tidak ada dilokasi dan dipastikan kendaraan bisa dilalui, dan persoalan dilokasi tersebut itu ranahnya konsultan kami hanya bekerja berdasarkan arahannya. Persoalan tidak adanya fungsi pengawasan, kepala tukang akan mengerjakannya sesuai spek.

 

Persoalan harus disini, ketika bergeser itu adalah tanah warga dan mungkin sudah difikirkan dengan matang dan memang benar hanya terdapat tujuh rumah disekitar lokasi jembatan tersebut, ” ujar kepala tukang.

 

Terdapatnya banner yang menyumput tidak terpasang untuk dilihat orang menjadi bagian transparansi seakan ini tidak boleh dilihat umum.

 

Menjadi pertanyaan publik pekerjaan Pemerintah tapi seakan-akan anggarannya tidak boleh diketahui publik.

 

Masyarakat Tanjung Senang pastinya menginginkan pekerjaan yang terbaik, jangan sama saja ada atau tidaknya jembatan tersebut justru menimbulkan kebanjiran disana sini yang telah menelan dana Ratusan Juta Rupiah namun sia-sia, yang dirugikan menjadi korban banjir ya pasti warga,apalagi saat ini sudah turun hujan.

 

Redaksi membuka ruang hak jawab dari pihak terkait dalam pemberitaan dan tindakan nyata Wali Kota Bandar Lampung untuk meninjau langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *