Sumberpintar.com Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Menyikapi laporan awal mengenai meninggalnya seorang ibu hamil, Merkiana Duwitau, bersama bayi yang dikandungnya dalam peristiwa penembakan di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis malam, 02 Juli 2026.
Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Jum’at (03/07/2026) menyampaikan Seruan Gembala, sebagai berikut:
- Menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah Merkiana Duwitau dan seluruh keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka kasihi akibat konflik bersenjata di Tanah Papua.
- Mengajak seluruh gereja dan umat percaya untuk mendo’akan keluarga yang berduka, masyarakat Intan Jaya, serta perdamaian bagi seluruh Tanah Papua.
- Menolak segala bentuk pembunuhan terhadap warga sipil, khususnya ibu hamil, perempuan, anak-anak, orang lanjut usia, penyandang disabilitas, tenaga kesehatan, guru, dan seluruh masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik.
- Menolak segala bentuk kekerasan yang menghilangkan nyawa manusia, karena setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga martabat serta hak hidupnya harus dihormati.
- Menolak pembunuhan, intimidasi, penyiksaan, maupun ancaman terhadap para pendeta, pastor, biarawan-biarawati, penginjil, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat sipil.
- Mendesak semua pihak, agar menghormati gereja, sekolah, fasilitas kesehatan, dan permukiman warga sebagai tempat yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan.
- Menolak segala bentuk konflik atau tindakan kekerasan yang mengakibatkan penderitaan masyarakat sipil, termasuk, apabila konflik tersebut berkaitan dengan kepentingan penguasaan sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya alam harus menghormati hak masyarakat, menjunjung keadilan, dan mengutamakan keselamatan manusia.
- Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas konflik berkepanjangan di Intan Jaya yang telah menyebabkan korban jiwa, trauma, pengungsian, dan penderitaan masyarakat.
- Mendesak, agar dilakukan penyelidikan yang independen, transparan, dan sesuai hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran hak asasi manusia sehingga kebenaran dapat terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.
- Meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat memperluas konflik serta menimbulkan korban baru.
- Memohon kepada pemerintah untuk menjamin keamanan seluruh masyarakat sehingga mereka dapat hidup, bekerja, beribadah, belajar, dan memperoleh pelayanan kesehatan tanpa rasa takut.
- Mendorong pelayanan kemanusiaan, pendampingan pastoral, pemulihan trauma, dan bantuan sosial bagi seluruh korban konflik.
- Mengajak gereja-gereja di Tanah Papua untuk terus menjadi pembawa damai, penghiburan, dan harapan bagi masyarakat yang sedang menderita.
- Mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan, melainkan hanya memperpanjang penderitaan dan meninggalkan luka bagi generasi mendatang.
- Mengajak pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun komunikasi serta rekonsiliasi yang berkeadilan.
- Mendesak diselenggarakannya dialog yang jujur, bermartabat, damai, inklusif, dan berkeadilan sebagai jalan penyelesaian konflik bersenjata di Tanah Papua, dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.
- Mengajak seluruh umat percaya untuk tetap berpegang teguh pada kasih Kristus, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan menjadi pembawa damai dan pendamai.
- Menegaskan komitmen Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua untuk terus berdiri bersama korban, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
- Mendo’akan kiranya Tuhan Yesus Kristus, Raja Damai, menghibur setiap keluarga yang berduka, memulihkan Tanah Papua dari kekerasan dan ketakutan, serta menuntun semua pihak menuju jalan keadilan, rekonsiliasi, dan damai sejahtera yang sejati.
Demikian Surat Seruan Gembala menyikapi situasi buruk terkini di Intan Jaya dan Tanah Papua secara umum.
Departemen Keadilan dan Perdamaian Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua
Sbr Pdt Deserius Adii , M.Th.







