Anggaran Belanja tercantum BPKAD Bandar Lampung Fantastis Jaminan Kematian, Kecelakaan Kerja Non ASN (RT,Linmas) Masyarakat Rentan Belum Tersampaikan 

Berita149 Views

Sumberpintar.com Tepat 01 Mei 2026 peringati Hari Buruh International  namun persoalan tentang buruh belum menjadi perhatian bagi Pemkot Bandar Lampung

 

Tampak diangggaran BPKAD tercantum belanja untuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi non ASN (RT, Linmas) dan masyarakat rentan diduga belum tersampaikan kepada yang berhak menerimanya.

 

Berdasarkan investigasi media sumberpintar melalui beberapa RT yang ada di Kota Bandar Lampung, sample RT yang mengadukan berada di Sukabumi mengeluhkan jaminan kerja dan jaminan kematian ditahan oleh Camat Sukabumi, “sebut RT yang mengadukan kepada awak media sumberpintar enggan disebutkan namanya namun dapat dipercaya.

 

Saat dikonfirmasi kepada Sahrial Camat Sukabumi Sabtu (02/05/2026) ia menjelaskan melalui whatsapp, Bukan ditahan kartu Jaminan kecelakaan kerja dan kematian RT dan Linmas tapi masih nunggu lengkap semua baru dibagi. Ini merupakan program ibu wali kota Bunda Eva Dwiana supaya RT, Linmas bisa tercover dengan BPJS Ketenagakerjaan, “ungkap Syahrial.

 

Bahkan di Sukabumi ada dua orang RT meninggal belum bisa diproses, karena Pemkot Bandar Lampung nunggak bayar BPJS TK, “ungkap Ketua RT yang enggan disebutkan namanya.

 

Beberapa RT dan Linmas yang menerangkan bahwasannya mereka belum mendapatkan Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja dari Pemkot Bandar Lampung diantaranya : 37 RT dan tiga lingkungan di Kelurahan Kemiling Permai Kecamatan Kemiling, Romlansyah. Linmas RT 015 lk 01 blok Y Kemiling Permai.Kec . Kemiling Bandar Lampung, AF Handika Putra RT 08 LK 1kelurahan Kupang Kota Kec TBU, Suherno.Ketua RT 15 lk 01, Sudirman RT 03 lk 2 Langkapura Alamat jln Purnawirawan gg inpres Langkapura, Sanusi, Ketua RT 009 Kel, Bumi waras, Jamrozi Ketua RT 010 LK 1 Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras.

Rincian anggaran belanja jaminan Kecelakaan kerja dan kematian Non ASN (RT dan Linmas)

Hampir sebagian besar RT disetiap kecamatan mengeluhkan hal yang sama belum disalurkan kartu Asuransi Kematian dan jaminan kecelakaan kerja untuk RT dan Linmas namun anehnya di Kelurahan Gunter, Pulung sudah menerima kartu itu,” terang Pulung.

Rincian Anggaran Belanja Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian bagi masyarakat rentan tahun 2025.

Awak media mendapatkan data bahwa terdapat total belanja jaminan/asuransi sebesar Rp 4.333.100.400 dengan kode rekening 51.02.02.002 diantaranya anggaran Jaminan Kecelakaan Kerja Bagi Linmas sebesar Rp 172.800.000 jaminan kematian bagi Linmas 216.000.000 kemudian Jaminan Kecelakaan Kerja Bagi RT sebesar 161.222.400 dengan kode rekening 51.02.02.002.00006 Jaminan Kematian bagi RT Rp 201.528.000 dengan kode rekening 51.02.02.002.00007

 

Anggaran untuk belanja iuran jaminan kecelakaan kerja bagi masyarakat rentan dengan kode rekening 51.02.02.002.00012 sebesar Rp 1.686.660.000 dan belanja iuran jaminan kematian bagi masyarakat rentan dengan kode rekening 51.02.02.002.00013 sebesar Rp 1.146.928.800.

 

Anggaran tersebut kini menjadi sorotan dan pertanyaan publik masyarakat rentan yang mana yang telah mendapatkan asuransi jaminan kecelakaan kerja dan kematian serta bagaimana cara memperoleh itu, karena warga rentan jarang memiliki Asuransi itu, karena lebih baik untuk makan sehari-hari karena yang didapat cukup untuk Menyambung hidup saja, sangat berterima kasih dan luar biasa Pemkot hingga memerhatikan asuransi itu.

 

Awak media berusaha mengonfirmasi kepada Kepala BPKAD Bandar Lampung Zaki, untuk meminta penjelasan persoalan jaminan kematian dan kecelakaan kerja RT banyak yang belum disampaikan kartunya sedangkan sudah ada rincian belanja di 2025, sehingga RT dan Linmas bertanya kemana hak mereka tidak dibayarkan dialihkan kemana uang tersebut.

 

Awak media pun menunggu penjelasan Pemkot Bandar Lampung terkait masyarakat rentan yang memeroleh Jaminan Asuransi Kecelakaan Kerja dan Kematian yang bagaimana,

 

Perlu adanya sosialisasi dan transparansi dana keuangan tersebut karena banyak warga tergolong masyarakat rentan pun tidak tahu kalau dicover jaminan kecelakaan kerja dan kematian serta berapa besaran yang dicover ketika itu terjadi untuk antisipasi kejadian tersebut.

 

Saat dikonfirmasi. Kepala BPKAD Bandar Lampung M.Zaki enggan menjawab untuk Klarifikasi anggaran tersebut baik melalui ponsel maupun kekantornya, hanya bertemu Dodi selaku ajudannya mengatakan tidak ada dikantor, ucapDodi, seakan media hanya terhenti ditangan ajudan.

 

Kini menjadi pertanyaan publik ada apa seorang pejabat menghindar enggan diwawancarai persoalan anggaran Fantastis yang diduga belum tersampaikan kepada yang berhak di Kota Bandar Lampung.

 

Para RT, Linmas dan masyarakat rentan sangat berharap memperoleh tersebut dan menunggu kejelasan anggaran tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *