Sumberpintar.com — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Rabu (2/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polda Lampung yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mengajak seluruh jajaran menjadikan usia ke-80 Polri sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian institusi kepada bangsa dan negara.
“Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Angka 80 melambangkan kematangan institusi, rekam jejak pengalaman yang panjang, serta keteguhan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah air,” ujarnya.
Helfi mengatakan tema Hari Bhayangkara tahun ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kedekatan Polri dengan masyarakat sebagai jati diri institusi.
Menurutnya, setiap anggota Polri harus senantiasa hadir ketika masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, melindungi rakyat, menjaga kepercayaan publik, menegakkan hukum secara berkeadilan, terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa, serta tidak pernah berhenti melakukan pembenahan diri.
Pada kesempatan tersebut, Helfi juga menyampaikan rasa syukur atas penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia kepada Polda Lampung.
Penghargaan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi, prestasi, dan pengabdian Polda Lampung dalam melaksanakan tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Helfi juga memaparkan sejumlah capaian Polda Lampung dalam mendukung program pemerintah, di antaranya pembangunan 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis serta optimalisasi lahan tanam jagung seluas 21.944,59 hektare dalam rangka mendukung swasembada pangan.
Di bidang penegakan hukum, Polda Lampung juga berhasil mengungkap 919 kasus tindak pidana narkotika, 596 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), 28 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG ilegal dengan estimasi kerugian negara lebih dari Rp464 miliar, lima kasus tindak pidana korupsi dengan estimasi kerugian negara lebih dari Rp192 miliar, serta satu kasus penyelundupan benih bening lobster (benur) dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp128 miliar.
Selain itu, Polda Lampung terus mengembangkan berbagai inovasi pelayanan berbasis digital, di antaranya melalui aplikasi SIGER Lampung Presisi yang berkontribusi menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 19,4 persen, aplikasi Patroli QR Janji Jaga untuk memastikan kehadiran personel di lapangan secara digital, serta Program Rembuk Pekon sebagai ruang dialog bersama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keamanan dan ketertiban.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan tali asih dari Polda Lampung dan santunan asuransi jiwa dari Bank BRI kepada keluarga Bripka Anumerta Arya Supena sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum yang gugur saat menjalankan tugas.
Menutup sambutannya, Helfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Lampung dan Polres jajaran atas dedikasi, soliditas, serta kerja keras yang telah mengantarkan institusi meraih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti.
Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan.
“Jangan pernah melukai hati masyarakat. Ingatlah bahwa Polri lahir dari masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Jadikan kepercayaan masyarakat sebagai kehormatan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.







