Sumberpintar.com Peristiwa yang terjadi pada SPBU 23.351.24 yang berada di Jl Ratu Dibalau Kecamatan Tanjung Senang, dekat dengan sekolah dilingkungan pendidikan tampak menimbulkan Kamtibmas yang crowded seperti kemacetan akibat para pengemudi yang mengantre solar, Kamis (27/08/2026).
Persoalan pada SPBU ini belum bisa memberikan solusi terhadap kemacetan yang terjadi di sekitaran lingkungan pendidikan tersebut.
Akibat timbul Kamtibmas berupa kemacetan ratusan meter, Kapolsek Tanjung Senang Iptu Edy Sabhara Purba, S.H., M.H. mengatakan,” Antrean disebabkan pengisian solar dengan stok solar pada SPBU tersebut terbatas, sehingga menyebabkan kemacetan yang mengular, “ujarnya Jum’at (28/08/2926).
Jika terjadi kemacetan, Polsek Tanjung Senang akan melakukan pengaturan lalu lintas, agar tidak terjadi Kamtibmas yang bisa memicu dan menimbulkan keributan ketika ada crowded.
Antrean disebabkan banyak kendaraan yang ingin mengisi BBM solar dan hingga saat Ini belum ditemukan adanya indikasi pengecoran dan akan kami tekankan kepada anggota, “tutup Iptu Edi Sabhara Purba.
Media masih menunggu tanggapan dari pihak pengawas SPBU tersebut dan DPRD Komisi III Kota Bandar Lampung, agar dapat mengambil langkah, untuk mengurai kemacetan yang terjadi Serta dipastikan stok BBM aman, tidak disalahgunakan oleh oknum.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya mobil Daihatsu Grand Max yang diduga mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ilegal terbakar di Jalan Soekarno-Hatta atau Bypass, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Rabu (29/07/2026) malam.
Kebakaran mobil bernomor polisi BE 8047 AMI itu menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Telah terjadi kebakaran diduga sementara mobil pembawa BBM pengecoran di Bypass Jalan Soekarno-Hatta, Tanjung Senang,” ujar perekam video (dilansir media kompas.com).
Hingga kini mobil terbakar tersebut belum terungkap asal SPBU yang mengangkut BBM subsidi dan diduga sopir kabur termasuk pemilik mobilnya belum juga diungkap.








