Dinas Lingkungan Hidup Kota Bnadar Lampung Gerak Cepat Atasi Sampah di Sungai 

Sumberpintar.com Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali masih sangat kecil, sehingga perlu adanya sosialisasi terus menerus dan kesiagaan Satgas gerebek sungai untuk menciptakan kebersihan sungai.  Hal ini yang menjadi keluhan pengelola Ponpes Darussaadah 2 di Jalan Tamin gg hi Syafi’i, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.

 

Pondok Pesantren Darussaadah 2 berbatasan langsung dengan tembok kali, sehingga mereka mengeluhkan sampah yang menumpuk sangat terganggu, banyak nyamuk, sehingga dapat menimbulkan dampak penyakit dan beresiko banjir saat musim hujan turun.

 

Dengan respon cepat dari DLH Kota Bandar Lampung, sehingga sampahnya sudah dipinggir-pinggirkan bersama Satgas DLH, ibu lurah Kelapa Tiga dengan Linmas bergotongroyong, Rabu 14 Oktober 2026, “ujar Ustadz Fathurohman Kamis (15/10/2026).

 

Harapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, “masyarakat dapat memiliki kesadaran dan memiliki budaya tertib membuang sampah pada tempatnya dan budaya malu membuang sampah ke kali, kita sudah sediakan Tempat Penampung Sampah Sementara, dan bagi yang rumah tangga, sekolah, ada petugas yang akan mengambil sampahnya, ” ujar Budi Ardiyanto.

 

Budi berpesan sesuai arahan Ibu Wali Kota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana, untuk teruss mendukung Program Presiden Republik Indonesia ASRI, Aman: Mendorong ketertiban sosial, keamanan lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi risiko.

 

Sehat: Memperkuat gaya hidup bersih, layanan kesehatan dasar, serta pencegahan penyakit.

 

Resik: Menekankan pengelolaan sampah secara sistematis, kebersihan lingkungan, dan pengurangan pencemaran.

 

Indah: Memperbaiki estetika ruang publik, permukiman, kawasan hijau, serta program gentengisasi di berbagai

 

Sembari menutup pembicaraan Budi tiada henti memberikan sosialisasi tentang pengelolaan sampah dan membuang sampah pada tempatnya dari lingkup terkecilnya adalah keluarga.

 

Kota Bandar Lampung yang akan menjaga kebersihan dan keindahan selain diri sendiri, siapa lagi dan kalau tidak sekarang, kapan lagi, karena kita sudah seharusnya mengantisipasi mulai dari hal terkecil dan mulai sekarang. Jangan saat turun hujan, baru bergegas dan bergerak, sehingga banjir dapat dicegah, “tutup Budi.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *