BandarLampung, Sumberpintar.com Pemerintah Kecamatan Tanjung Karang Timur gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di aula kecamatan, Rabu (11/02/2026) siang.
Musrenbang dihadiri oleh unsur ; Tim dari Bapeda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan,Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kompol Kurmen Kapolsek Tanjung Karang Timur, Danramil Tanjung Karang Timur, Kepala Puskesmas Kampung Sawah, Kepala KUA Tanjung Karang Timur, Tim Dinas PU dan Uspika Kecamatan.
Musrenbang tingkat kecamatan merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan dan stake holder.
Melalui Musrenbang peroleh masukan dan evaluasi mengenai prioritas pembangunan.
Berdasarkan hasil Musrenbang kelurahan dengan menyepakat rencana kegiatan lintas kelurahan di Kecamatan Tanjung Karang Timur.
Camat Tanjung Karang Timur, Dedi Saputra, S.IP.,M.IP., mengatakan bahwa,” Indikator keberhasilan suatu program pembangunan, haruslah diawali dengan perencanaan terarah, cermat dan terukur, “terang Dedi selaku Camat Tanjung Karang Timur.
Pemerintah Kecamatan Tanjung Karang Timur, gelar penyusunan perencanaan pembangunan untuk tahun 2027 atau lebih dikenal dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Pembangunan tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, meskipun ranah/domainnya berada pada pemerintah.
Keterlibatan atau partisipasi semua pihak sangat memengaruhi keberhasilan. Pencapaian indikator pembangunan salah satunya semua pihak, dimulai dari proses perencanaan hingga proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri.
Bahkan lebih konkret dengan adanya peran serta dalam memelihara hasil pembangunan, “tandas Dedi.
Pembangunan haruslah merasa menjadi milik bersama, harus ada rasa memiliki dan menjaga hasil pembangunan oleh semua pihak, sehingga keberhasilan dan keberlanjutan terus berjalan lancar.
Musrenbang ini salah satu cara atau langkah bersama untuk mencari solusi terhadap persoalan masyarakat yang kita hadapi.
Persoalan sosial antara lain : kerusakan infrastruktur dan terjadinya degradasi lingkungan karena disebabkan masih rendahnya indeks kesadaran lingkungan, kesehatan dan pendidikan serta angka kemiskinan yang terkadang terjadi masih menjadi konflik sosial.
Mari kita berikanlah sumbangsih pemikiran dan masukan yang sifatnya konstruktif untuk mengisi dan menjaga pembangunan tahun 2027 yang akan datang dengan memerhatikan kemampuan dan kewenangan yang kita miliki, “ajak Dedi.







