Pembangunan Tempat Penampungan  Sampah Sementara Solusi Warga Budaya Tertib Buang Sampah

Sumberpintar.com Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam.

 

Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.

 

Pengolahan sampah harus melalui beberapa tahap untuk bisa sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

 

Sampah dihasilkan, dikumpulkan di TPS, diangkut, dan dikelola, dan dibuang hingga sampai ke TPA di mana tempat ini harus terisolir guna menghindari dampak negatif yang bisa timbul terhadap lingkungan.

 

TPS adalah tempat penampungan sampah sementara. Fungsi TPS adalah sebagai tempat pertama dimana sampah di kumpulkan sebelum di kirim ke TPST, atau ke TPS 3R ataupun ke TPA, “ujar Hendro Rudi yanto selaku Plt. Ka UPT Kecamatan Tanjung karang Pusat.

Intruksi Wali Kota Bandar Lampung telah membangun TPS Kecamatan Tanjung Karang Pusat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga warga memiliki tertib berbudaya dengan membuang sampah di TPS tersebut tidak di sembarang tempat, ” ujar Hendro, Sabtu (11/04/2026).

 

Hendro selaku Plt. Ka UPT DLH Kecamatan Tanjung Karang Pusat menghimbau kepada warga masyarakat yang ingin membuang sampah dapat dimasukkan kedalam box tersebut jangan di sembarang tempat dengan dibungkus ikat plastik , apabila box sudah penuh sampahnya dibawa pulang kembali dan dibuang keesokan harinya pagi hari ada petugas kebersihan yang ada setiap saat, ” tandasnya.

 

Harapan Hendro dengan disediakan Tempat Penampungan Sementara sampah (TPS) oleh Pemerintah kota Bandar Lampung di Jl. Cut Nyak Dien Kelurahan Kali Awi Persada, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, masyarakat sekitaran Tamin dapat langsung membuangnya disini.

 

Kita dapat bekerjasama antar perangkat terutama Linmas, RT juga harus saling kolaborasi terhadap ingkungan di wilayahnya, “harap Hendro.

 

Kehadiran tempat TPS ini dapat menjadi solusi bersama terhadap pengelolaan sampah.

 

Mari kita jaga lingkungan bersama, kalau tidak kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi, jangan tunda tunda menunggu hari esok,” tutup Hendro.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *