Tanggamus, Sumberpintar.com Jalan rusak yang sudah bertahun-tahun menjadi masalah utama bagi masyarakat Pekon Wonoharjo akhirnya diperbaiki oleh warga secara swadaya.
Sudah sering kali disuarakan kepada pihak berwenang. Perbaikan yang dinanti warga tak kunjung dilakukan.
Hal ini memaksa warga Pekon Wonoharjo Kecamatan Sumberejo untuk mengambil langkah sendiri dengan mengumpulkan dana melalui iuran dari warga Pekon Wonoharjo dan para pengguna jalan.
Jalan utama yang menghubungkan Pekon Wonoharjo Kecamatan Sumberejo dengan Pekon Campang, Kecamatan Gisting mengalami kerusakan parah.
Lubang besar di setiap titik jalan seringkali menjadi penyebab kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Selain itu, jalan yang rusak juga menghambat aktivitas warga termasuk dalam perekonomian, karena sulit bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian atau barang dagangan.
Meski banyak warga yang mengeluhkan kerusakan jalan melalui sosial media dan beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak berwenang, namun hingga saat ini belum ada langkah nyata untuk memperbaikinya.
Kondisi ini menambah frustrasi warga yang merasa tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah kabupaten Tanggamus.
Tak ingin berlarut dalam ketidakpastian Hari Rabu 21 Januari 2026, sejumlah warga Pekon Wonoharjo akhirnya memutuskan untuk melakukan perbaikan sementara secara mandiri.
Mereka mengumpulkan dana melalui iuran. Dengan dana yang terkumpul, mereka membeli pasir untuk menuntup lubang-lubang yang ada di setiap jalan.
Perlihatkan beberapa warga sedang bergotong royong menutup jalan rusak dengan sabes, batu dan pasir.
Perbaikan ini bersifat sementara, hasilnya cukup signifikan. Warga yang biasa melintasi jalan tersebut kini merasa lebih aman, karena lubang-lubang besar telah tertutup dengan pasir.
Warga menyadari bahwa ini bukanlah solusi permanen. Pasir yang digunakan kemungkinan besar akan terkikis oleh hujan atau kendaraan berat yang melintas.
Warga Pekon Wonoharjo tetap berharap pemerintah kabupaten memberikan perhatian lebih terhadap perbaikan jalan secara permanen. pemerintah setempat diharapkan dapat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan yang lebih layak dan tahan lama,” harap warga.
Perbaikan jalan rusak melalui iuran warga ini menjadi cerminan nyata bagaimana masyarakat bisa bersatu mengatasi masalah yang mengancam keselamatan dan kenyamanan mereka.
Gotong royong yang ditunjukkan Warga Pekon Wonoharjo adalah bentuk solideritas yang patut diapresiasi, meski mereka seharusnya tidak perlu mengambil langkah ini jika pemerintah segera bertindak.
Ini merupakan sindiran bagi pemerintah Daerah untuk tidak menunda-nunda dalam menangani infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Warga telah menunjukan inisiatif dan semangat kebersamaan, sekarang saatnya bagi pemerintah untuk mendukung dengan melakukan langkah nyata dan solusi perbaikan jalan utama Pekon Wonoharjo secara permanen.
Kemudian salah satu warga Pekon Wonoharjo Firman Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan, karena belum adanya perbaikan dari Pemerintah, ” ujarnya.
Kami tidak bisa terus menunggu. Jalan ini kebutuhan bersama, jadi kami sepakat patungan dan bekerja bersama, ujarnya.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan berbagai kalangan mulai dari pemuda, hingga orang tua, “tutup Firman Hakim.







