BandarLampung,Sumberpintar.com– Wiwik Anggraini gelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jl P.Marotai, Rabu (26/11/2025).
Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan menghadirkan dua nara sumber yaitu; Ustad Suparman Abdul Karim dan Widya Eka Putri dengan moderator Suheli.
Wiwik Anggraini, mengatakan “Era digitalisasi saat ini sangat perlunya Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) , “Ungkapnya.
Kehidupan sehari-hari Pancasila sebagai benteng persatuan dan kesatuan yang mewarnai perbedaan namun tetap satu jua.
“Tenggang rasa, mawas diri, dengan saling menghargai adalah kunci untuk menciptakan hubungan yang harmonis, persatuan kesatuan dan perdamaian, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini menjelaskan, kepada masyarakat untuk meningkatkan kecermatan dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Narasumber pertama Widya Eka Putri menjelaskan tentang pemahaman Pancasila.
Hal yang menarik dari narasumber, Ustadz Suparman membahas anak-anak yang terpapar Radikalisme dan Anti Nasionalisme.
Berdasarkan konferensi pers sudah terekrut anak-anak sebanyak 110 orang, bahkan ada tutorial cara merakit bom dan tergabung ke group whatsapp, ” ujar Ustadz Suparman Abdul Karim saat menjadi narasumber.
Fase-fase rekrut Anti Nasionalisme yaitu fase ideologi, politik, organisasi hingga Aksi.
Ciri-ciri faham Radikalisme ini menjadikan Pancasila itu adalah toghut.
Pancasila itu bukan agama tapi menguatkan sendi-sendi beragama dalam kehidupan kita, terang Ustadz Suparman
Mari kita cintai tanah air, kalau Indonesia sudah sehebat Amerika, Rusia, dan China kita bisa membantu negara lain yang terdzolimi.

Presiden kita dari Soekarno hingga saat ini Prabowo sangat konsern dengan kemerdekaan Palestina.
Radikalisme hingga terorisme itu ingin memecah belah bangsa dengan mengatasnamakan agama dan merasa paling benar bahkan menentang TNI-Polri, dengan menentang rezim Pemerintah mereka dianggap mati syahid.
Jangan sampai terkecoh dengan paling kencang Bela Islam, Bela Palestina yang dikuatirkan terafiliasi menjadi indikasi teroris, “ungkap Ustadz Suparman Abdul Karim.
Jika ingin menyumbang untuk Palestina disalurkan yang resmi melalui BAZNAS milik pemerintah, jangan salah tempat dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi dan golongan, ” Terang Ustadz Suparman Abdul Karim.







