Ribuan Warga OKI Terdampak Banjir, Sungai Meluap Usai Hujan Deras

Palembang48 Views

OKI, Sumberpintar.comRibuan warga di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terdampak banjir menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam (09/01/2026).

Air sungai meluap, menggenangi permukiman dan lahan pertanian, serta memaksa sebagian warga mengungsi.

Banjir melanda empat kecamatan, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan. Curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke rumah warga, fasilitas umum, serta ribuan hektare lahan pertanian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Listiadi Martin, mengatakan banjir tidak hanya dipicu hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah hulu. Melubernya Bendungan Over Komering di Kabupaten OKU Timur mempercepat peningkatan debit air di wilayah OKI.

“Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” ujar Listiadi.

Dua kecamatan dengan dampak terparah adalah Lempuing dan Lempuing Jaya. Di Kecamatan Lempuing, banjir merendam 10 desa dengan total 1.774 kepala keluarga (KK) terdampak. Desa Tebing Suluh menjadi wilayah paling parah, dengan genangan air merendam permukiman warga serta lahan pertanian.

Sementara itu, di Kecamatan Lempuing Jaya, banjir melanda 10 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.616 KK. Sebanyak 57 KK terpaksa dievakuasi ke SD Negeri 1 Sumber Makmur akibat genangan air yang terus meningkat. Di Kecamatan Mesuji, banjir tercatat melanda tiga desa dengan 192 KK terdampak.

Pemerintah Kabupaten OKI bersama BPBD, TNI, dan Polri langsung melakukan evakuasi warga di sejumlah titik rawan serta mendirikan posko tanggap darurat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan dampak banjir.

Pada Senin (12/01/2026), Dinas Sosial OKI menyalurkan 120 paket bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas bahan kebutuhan pokok, selimut, tikar, perlengkapan mandi, serta kebutuhan harian lainnya. Penggalangan bantuan tambahan juga dibuka untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam banjir di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI, Alexsander, mengatakan sebagian besar sawah terdampak di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan tanaman padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember.

Pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian untuk lahan terdampak seluas sekitar 578 hektare.

Selain permukiman dan pertanian, banjir turut menggenangi fasilitas pendidikan.

Dinas Pendidikan OKI mencatat sebanyak 18 sekolah terdampak banjir. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pembelajaran sementara dialihkan ke sistem daring.

Bupati OKI, H. Muchendi, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Ia meminta pendirian posko, kesiapan personel, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk layanan kesehatan yang siaga 24 jam.

Bagi warga di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing, banjir merupakan peristiwa berulang. Tri Handoko (43), warga Desa Tebing Suluh, mengatakan setiap hujan deras berdurasi panjang, wilayah tersebut selalu menjadi daerah paling rentan terdampak.

“Kalau air dari hulu deras dan sungai tak mampu menampung, air pasti masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Hingga kini, BPBD OKI masih melakukan pemantauan di wilayah terdampak dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

 

( Mas Tris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *