Sumberpintar.com Tangis haru pecah di halaman Pondok Pesantren Darul Ulum, Senin (04//05/2026).
Di antara pelukan terakhir dan lambaian tangan yang tak rela dilepas, 164 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 10 Kabupaten Ogan Komering Ilir resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Sejumlah keluarga tampak menggenggam erat tangan orang tua mereka, seolah menahan waktu yang terus berjalan. Ada yang berbisik lirih, ada pula yang hanya mampu menatap tanpa kata saat rombongan mulai bergerak.
Di tengah suasana itu, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga ujian ketahanan fisik dan mental.
“Ibadah ini membutuhkan kesiapan yang matang. Jangan memaksakan diri, jaga kesehatan, dan patuhi arahan petugas,” ujarnya.
Pesan lain yang tak kalah penting, kata Muchendi, adalah menjaga kebersamaan. Di Tanah Suci, jamaah tidak hanya beribadah untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari satu rombongan yang saling bergantung.
“Kebersamaan dan kepedulian adalah kunci. Saling bantu akan memudahkan setiap tahapan ibadah,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah OKI, Mutawali, memastikan seluruh jamaah telah melalui pembinaan, mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan.
“Secara kesiapan, jamaah kita sudah memenuhi tahapan. Tinggal menjaga kondisi dan disiplin selama pelaksanaan ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KBIH Multazam Darul Ulum, Ahmad Munawir, hanya bisa mengiringi dengan doa.
“Semoga semua jamaah diberi kesehatan, kemudahan, dan kembali dengan predikat haji mabrur,” katanya.
Ketika bus mulai bergerak meninggalkan lokasi, tangis kembali pecah. Lambaian tangan semakin tinggi, seolah ingin menjangkau hingga ke Tanah Suci. Bagi para jamaah, ini bukan sekadar keberangkatan—ini adalah panggilan suci yang telah lama dinanti.








