Sumberpintar.com Ada kampus yang menjadi tempat bekerja, tetapi ada pula kampus yang menjadi rumah tempat seseorang tumbuh dan membentuk jati dirinya. Bagi Prof. Warsito, Ph.D., Universitas Lampung adalah rumah tersebut.
Pesan itulah yang mengemuka dalam pertemuan Prof. Warsito dengan sejumlah guru besar dan dosen Universitas Lampung di Jakarta. Rombongan yang dipimpin Prof. Mustofa Usman, Ph.D., datang membawa aspirasi dari civitas akademika Unila dan dukungan lebih dari 20 anggota Senat Universitas Lampung agar Prof. Warsito berkenan mulang tiyuh untuk kembali mengabdi dan ikut membangun almamaternya.
Aspirasi itu disampaikan dengan satu harapan: pengalaman panjang yang telah diperoleh Prof. Warsito di tingkat kampus, nasional, dan internasional dapat kembali dipersembahkan untuk Universitas Lampung, “ucapnya, Kamis (13/08/2026).
Di kampus tersebut, perjalanan kepemimpinan Prof. Warsito telah dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi Ketua Jurusan Fisika FMIPA, kemudian dipercaya sebagai Dekan FMIPA dan Ketua Senat Universitas Lampung. Di bidang akademik, ia juga telah mencapai jabatan Guru Besar sejak 13 tahun lalu.
Perjalanan pengabdiannya kemudian membawanya ke tingkat internasional. Sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Paris, Prancis, ia memperkuat jejaring pendidikan, kebudayaan, riset, dan kerja sama akademik Indonesia dengan Prancis dan berbagai mitra internasional. Kini, ia menjalankan amanah sebagai Deputi IV Kemenko PMK di bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa.
Namun, perjalanan tersebut tidak membuat hubungan dengan Unila terputus. Salah satu bentuk perhatian itu terlihat dari gagasan pengembangan Cassava Centre bersama Bappenas dan Pemprov Lampung.
Gagasan tersebut diarahkan menjadi center of excellence berbasis singkong yang dapat menjadi ikon Universitas Lampung sekaligus memperkuat Lampung sebagai salah satu sentra singkong nasional. Di dalamnya terdapat gagasan besar untuk menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, hilirisasi industri, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketika aspirasi mulang tiyuh itu disampaikan, Prof. Warsito merespons dengan penuh rasa syukur.
Apabila benar ini merupakan amanah yang lahir dari harapan bersama untuk kemajuan Universitas Lampung, maka dengan mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim, saya menyatakan siap menunaikan amanah ini.
Ia melanjutkan, “Universitas Lampung adalah rumah asal saya. Ke mana pun saya mengemban amanah, hati dan pengabdian saya tidak pernah jauh dari kampus tercinta kita, Unila.
Prof. Warsito menegaskan bahwa kesediaannya tersebut tetap berada dalam koridor ketentuan dan proses yang berlaku, “tegasnya.
“Jika Allah S.W.T.meridhoi dan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, saya siap mempersembahkan seluruh pengalaman, jejaring, dan kemampuan yang saya miliki demi kemajuan Universitas Lampung,” katanya.
Baginya, membangun Unila bukanlah pekerjaan individual. Seluruh guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh keluarga besar Unila memiliki peran yang sama dalam membangun masa depan kampus.
“Universitas yang besar lahir dari kolaborasi, integritas, dan budaya akademik yang kuat,” tegasnya.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi para utusan, pesan yang dibawa dari Lampung ke Jakarta bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang panggilan pengabdian: ketika rumah asal memanggil, pengalaman yang telah diperoleh di berbagai tempat dapat kembali dipersembahkan untuk membangun kampus tercinta.








