Sumberpintar.com Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Lampung mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Lampung.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menghimbau seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menggelar Salat Istisqa secara berjamaah, Jum’at 11 Septemner 2026.
Himbauan tersebut tertuang dalam surat Disdikbud Provinsi Lampung Nomor 400.3.8/2035/V.01/DP.2/2026 tertanggal 10 September 2026, yang ditujukan kepada kepala satuan pendidikan SMA/SMK/SLB se-Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menyampaikan, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau serta dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon pertolongan untuk segera mengangkat musim kemarau dan bencana alam yang terjadi serta memohon rahmat dan barokah-Nya,” demikian isi surat tersebut.
Dalam surat itu, seluruh SMA, SMK dan SLB diminta menggelar Salat Istisqa secara berjemaah di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.
Pelaksanaannya dijadwalkan:
Hari/tanggal: Jumat, 11 September 2026
Waktu: Pukul 07.30 Wib sampai selesai
Tempat: Masjid atau lapangan di masing-masing satuan pendidikan
Peserta: Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik dan warga satuan pendidikan lainnya.
Disdikbud juga mengimbau agar pelaksanaan Salat Istisqa membawa sajadah, alat salat dan masker, sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi lingkungan akibat abu vulkanik.
Tak hanya Salat Istisqa, doa bersama setelah pelaksanaan salat juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Doa diupayakan dipimpin oleh peserta didik yang dinilai memiliki kemampuan dan kefasihan dalam memimpin doa, dengan tetap memperhatikan kesiapan, kenyamanan dan kesediaan yang bersangkutan.
Langkah ini sekaligus diharapkan menjadi momentum pembelajaran bagi peserta didik untuk menumbuhkan kepedulian, kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan di tengah situasi yang dihadapi masyarakat.
Disdikbud Lampung juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan sekolah setelah kegiatan Salat Istisqa.
Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik diminta bersama-sama melakukan pengecekan serta memastikan kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah sebelum pembelajaran dimulai.
Hal tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi sisa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat menempel di lingkungan sekolah.
Imbauan tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan warga sekolah tetap menjadi perhatian di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, Pemprov Lampung juga mengambil sejumlah langkah penyesuaian kegiatan pembelajaran menyusul kondisi abu vulkanik yang berdampak di sejumlah wilayah.
Dengan kondisi tersebut, satuan pendidikan diminta tetap mengikuti perkembangan situasi dan arahan pemerintah, sembari memastikan lingkungan belajar tetap aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. (*)








