SPPG 4 Gotong Royong Diduga Belum Miliki SLHS dan IPAL serta saat Tidak Hujan Terlihat Jelas Limbah Lemak Genangi Drainase

Nasional326 Views

Sumberpintar.com Wali Kota Bandar Lampung Bunda Hj Eva Dwiana melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Satgas banjir, dengan semangat memperbaiki drainase yang mampet namun disisi lain SPPG 4 Gotong Royong dengan nama Yayasan Dharma Bakti Prajurit tidak mendukung Program Wali Kota Bandar Lampung dengan memerhatikan drainase lancar dan terdapat limbah lemak dari SPPG 4 Gotong Royong yang menggenang di drainase depan Jl. Amir Hamzah tampak dibiarkan.

 

Publik tahu Jl.Amir Hamzah merupakan komplek pendidikan, notebene banyak anak sekolah dan warga yang padat penduduk ketika ini dibiarkan akan ada dampak yang tidak baik dan sebaiknya SPPG 4 Gotong Royong tersebut, dituntut kepedulian bukan acuh karena usaha tanpa memerhatikan limbah nya yang dapat berdampak kurang baik terhadap lingkungan sekitar.

 

Keluhan terhadap SPPG 4 Gotong Royong terkait persoalan pengolahan limbah yang menggenang dan masih terdapat lemak dan sampah yang mengendap di drainase depan SPPG milik orang lain belum juga kunjung diperbaiki.

 

Saat awak media investugasi SPPG yang jarak berdekatan terletak di Jl. Amir Hamzah, Beberapa karyawan SPPG 3 mengatakan itu limbah milik SPPG 4 yang terletak depan drainase miliknya.

 

SPPG 4 terletak tepat didepan pintu gerbang salah satu sekolah di Gotong Royong, air limbah tersebut milik SPPG 4 bukan milik SPPG 3 walaupun drainase SPP3,” ujar karyawan SPPG 3 saat itu, Jum’at (10/04/2026).

Sudah sering  diingatkan SPPG 4 tersebut dari RT, warga dan dari SPPG 3 tapi yang ktempuhan SPPG 3 terhadap warga ia sembari menunjukan bukti foto, tampaknya seakan dibiarkan saja padahal limbah tersebut sangat mengganggu, “ujar karyawan SPPG 3 tersebut.

 

Fajar selaku Ketua SPPG 4 Gotong Royong mengatakan sudah sering menyampaikan kepada mitra kami untuk diperbaiki, silakan untuk menghubungi Pak Rahmat dan bukan ranahnya kami tapi ranah dapur terkait pengolahan limbah dapur, “ujarnya Senin (13/04/2026) melalui whattsapp.

 

Riki menambahkan SPPG 4 dikelola Yayasan Darma Bakti Prajurit, ” tambahnya.

 

SPPG tersebut belum memiliki SLHS dan IPAL sudah berdiri dan memiliki 1000 penerima manfaat mendistribusikan Makan Bergizi Gratis, “terang Rahmat melalui whatsapp.

 

Ini menjadi alarm Pemkot Bandar Lampung, limbah SPPG 4 jangan mengganggu masyarakat sekitar dikarenakan sudah ada Juknis yang mengatur itu.

 

Dilansir dari media Badan Gizi Nasional Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur, BGN juga melakukan langkah serupa. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menyebutkan bahwa dari total sekitar 4.300 SPPG, sebanyak 165 unit telah disuspend karena tidak mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

 

BGN menegaskan bahwa kebijakan suspend ini merupakan langkah korektif untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan. Seluruh dapur yang disuspend diwajibkan melakukan pembenahan sebelum dapat kembali beroperasi, demi menjamin keamanan pangan dan kualitas layanan bagi masyarakat.

 

Media masih menunggu tanggapan dan tindakan yanga akan diambil apakah akan ada tindakan atau dibiarkan saja seperti Lurah Gotong Royong, Camat Tanjung Krang Pusat hingga Kadis Kesehatan dan Kadis Lingkungan Hidup serta Kepala TU KPPG Lampung-Bengkulu Bapak Fitra Alfarisi, bagaimana sanksi terkait SPPG 4 Gotong Royong yang pengelolaan limbahnya mengganggu hingga belum terbit SLHS dan IPAL sesuai arahan BGN.

 

Diharapkan publik, ketegasan BGN Pusat pun dapat lakukan pemantauan terhadap SPPG 4 Gotong Royong tersebut, walaupun baru beroperasi namun harus menyiapkan dan syarat SLHS hingga IPAL sudah terbit dan juga pengelolaan limbah tidak mengganggu warga dengan SPPG yang ada disekitar menggenangi drainase bagaimana kalau hujan bisa meluap ke jalan  raya, dimana tempat pendidikan sekitar tersebut dan baunya kemana-mana, sehingga limbah ini menimbulkan penyakit jika dibiarkan berlarut-larut tidak ada tindakan yang diambil.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *