Usut Tuntas Praktik Pengadaan Seragam Murid SMP Negeri 4 Bandar Lampung Diduga Tidak Beres Akibatnya Orang Tua Rogoh Kocek Double

SMP34 Views

Sumberpintar.com Praktik pengadaan seragam sekolah di SMP Negeri 4 Bandar Lampung kembali menuai sorotan tajam dan kekecewaan mendalam dari para orang tua murid. Sudah bulan ketiga ajaran baru, sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama 4 Bandar Lampung terpaksa harus tetap bersekolah menggunakan seragam Sekolah Dasar (SD) yang sudah sangat sempit dan tidak layak pakai.

 

Padahal, para orang tua telah melunasi kewajiban pembayaran seragam sejak proses daftar ulang dilakukan.

 

Ketidakpastian ini memicu amarah dan kejengkelan para orang tua murid yang merasa dipermainkan oleh pihak penyedia jasa konveksi maupun pihak terkait.

 

Orang tua murid banyak yang komplain persoalan kualitas seragam yang tipis seperti parasut dan harga bisa dua kali lipat kalau kita bikin sendiri satuan, “ucap orang tua murid yang minta dirahasiakan namanya.

 

Menjadi pertanyaan orang tua murid, harga kolektif tetapi lebih mahal dari harga pesan satuan. Seharusnya diusut tuntas oleh KPK, Ombudsman dan BPK Provinsi Lampung persoalan serius, jangan dibiarkan yang dapat menyebabkan anak minder sudah berlarut tidak berpakaian seragam sedangkan orang tua sudah membayar lunas.

 

Akibat oleh oknum baik dari sekolah memilih penjahit yang kurang bertanggung jawab akhirnya orang tua mengeluarkan kocek double ada yang sudah beli diluar lagi dan bagaimana dengan yang tidak mampu? Akankah ini dibiarkan atau kah ada penggantian akibat keterlambatan, ” ucap narasumber yang dapat dipercaya minta dirahasiakan namanya.

 

Orang tua murid menerangkan ke awak media sumberpintar, persoalan seragam yang hingga kini belum kunjung selesai, ternyata biang keroknya ini, dugaan dari pihak konveksi yang ditunjuk langsung oleh oknum dan sudah tau terlambat masih saja digunakan ini konveksi, “ungkap orang tua murid yang minta dirahasiakan, Jum’at (02/10/2026).

 

Ada kemungkinan menurut keterangan orang tua murid SMP Negeri 4 Bandar Lampung adanya dugaan duitnya diputar dulu ke yang lain, sehingga pengerjaan lalai dan berlarut, “ungkapnya.

 

Pengerjaan seragam yang dilakukan Aries Taylor yang berada di Branti Raya Natar, Lampung Selatan, ” ucap orang tua murid tersebut.

 

Bahkan ada seragam yang belum dibuat sama sekali, jadi kemungkinan 3 sampai 6 bulan baru selesai, ” tambahnya lagi. Menurut keterangan orang tua murid tereebut, Padahal tidak semua sekolah dipegang, “ungkapnya dan dipertegas lagi SMP lain ternyata kapok kerjasama dengan konveksi tersebut sedangkan orang tua murid SMP Negeri 4 Bandar Lampung banyak yang protes, kenapa mesti dipake dari yang kegedean semua padahal sudah diukur.

 

Yang belum dapat disuruh nunggu paling cepat dua bulan lagi, itu pun tidak semua jenis seragam,” terang orang tua tersebut.

 

Media berusaha konfirmasi kepada owner Aries Taylor, ia menerangkan, bahwa,” tetap bertanggung jawab terhadap keterlambatan seragam.

 

Penyebab keterlambatan, karena tempo hari saya sempat sakit, maka tertunda sekali lagi saya mohon kesabaran atas kesabaran saya menghaturkan terimakasih, “pungkas Nurhadi selaku penjahit Aries Taylor.

 

Hal ini harus dipanggil oleh DPRD Bandar Lampung, usut sampai tuntas persoalan tersebut mengingat murid adalah generasi emas bangsa Indonesia tidak boleh ada seorangpun akibat ini ada yang rusak mentalnya karena minder di sekolah akibat tidak bisa beli diluar, karena yang lain ada yang sudah beli dan setiap kemampuan ekonomi orang tua berbeda-beda.

 

Kemendikdasmen sudah jelas mengeluarkan aturan melarang adanya praktik jual beli seragam sekolah, namun masih saja dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah yang ada di Bandar Lampung, terlebih menimbulkan polemik psikologis anak di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *