BandarLampung, Sumberpintar.com Yuni Karnelis,S.TP anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Sabtu (24/01/2026).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari kalangan anak-anak muda Generasi Z (Gen Z) yang turut aktif baru mau belajar bisnis melalui digital marketing.
Gen Z (Generasi Z) adalah kelompok individu yang lahir antara tahun 1995-1997 hingga 2010-2012, setelah milenial.
Sering dijuluki digital native, mereka tumbuh besar dengan teknologi internet, smartphone, dan media sosial sejak dini. Mereka dikenal kreatif, kritis, sangat peduli isu sosial-lingkungan, dan menghargai fleksibilitas
PIP-WK Dikemas Kontekstual dengan Dunia Anak Muda
Dalam Sambutannya, Yuni Karnelis mengemas materi PIP-WK secara kontekstual dan relevan dengan dunia anak muda, salah satunya melalui pembahasan digital marketing. Menurutnya, Gen Z memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis digital.
“Anak-anak Gen Z ini sudah akrab dengan media sosial. Tinggal diarahkan agar digunakan secara produktif, bernilai ekonomi, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujar Yuni Karnelis.
Ia menegaskan, pemanfaatan digital marketing oleh generasi muda merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital, seperti kemandirian, kreativitas, gotong royong, dan keadilan sosial. Melalui platform digital, generasi muda dapat mempromosikan produk UMKM lokal, membangun personal branding, hingga menciptakan peluang usaha mandiri.
Lima Pesan Reflektif: Konsep 3P1J1K
Pada kesempatan tersebut, Yuni Karnelis juga menyampaikan lima pesan reflektif yang dirangkum dalam konsep 3P1J1K sebagai panduan untuk memperbaiki dan menguatkan diri di tahun ini.
Pesan pertama adalah Perbaiki diri dengan tidak membanding-bandingkan dengan orang lain. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan potensi yang harus dikembangkan.
Pesan kedua, Pertambah ilmu, salah satunya dengan aktif mengikuti kegiatan PIP-WK serta pelatihan seperti workshop digital marketing agar masyarakat semakin adaptif terhadap perubahan zaman, untuk upgrade skill.
Pesan ketiga, Pembangunan karakter. Yuni menyoroti maraknya konten negatif di media sosial yang dapat berdampak buruk bagi generasi muda.
Ia mengingatkan, agar anak-anak muda tidak sekadar ikut trend, tetapi fokus membangun jati diri dan karakter positif.
Pesan keempat, Jadilah versi terbaik diri sendiri, dengan menonjolkan kelebihan yang dimiliki, sehingga mampu menghargai dan mengapresiasi orang lain.
Pesan kelima, Konsisten, yang disebutnya sebagai kunci utama untuk terus maju dan berkembang, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun ekonomi.
“Kalau kita konsisten memperbaiki diri, menambah ilmu, dan membangun karakter, insyaallah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar, dengan terus menerus ajeg tanpa kenal lelah, ” tegasnya.
Dorong Gen Z Jadi Pelaku Digital yang Beretika
Di akhir Sambutannya, Yuni Karnelis berharap sosialisasi PIP-WK ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia digital dan kewirausahaan.
“Kita ingin Gen Z tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku yang produktif, beretika, dan berkontribusi terhdap kemajuan digital. digital saat ini dapat digunakan positif dengan lakukan marketing produk, sehingga dapat kontribuusi bagi kemajuan ekonomi diri dan Kota Bandar Lampung,” tutupnya.







