Raka Irwanda DPRD Fraksi PAN Selangkah Berani untuk Inisiasi Gunakan Hak Interpelasi Persoalan Banjir di Kota Bandar Lampung 

DPRD205 Views

Sumberpintar.com Raka Irwanda politisi muda berintegritas yang berasal dari Fraksi PAN dua Periode berasal Dapil Panjang, Bumi Waras dan Kedamaian.

 

Dapil tersebut merupakan daerah terbanyak yang terdampak banjir, dari manusia meninggal karena longsor, mobil terseret arus, satu tahun ini terdapat korban jiwa.

 

Saat awak media melaporkan persoalan banjir masuk kedalam rumah setinggi tumit orang dewasa di Jl. padat Karya Gg Harapan, Kelurahan Rajabasa Jaya, kecamatan Rajabasa.

 

Tidak adanya sistem drainase yang baik dan jalan tidak kunjung diperbaiki sudah lima tahun, padahal drainase dan jalan hanya kurang lebih 100 meter yang hanya batu kerikil hitam tajam-tajam hingga memenuhi got sehingga akibatkan banjir.

Perumahan terus berdiri dekat dengan sungai hingga tidak memiliki drainase, sehingga menyebabkan banjir didaerah tersebut, sampai saat ini tidak kunjung memiliki drainase dan jalan mulus apalagi mendapatkan bantuan wali kota terdampak banjir.

 

Ia menjawab, Nah kosong Dapil sana ituuu dari PAN, ” jawab Raka Irwanda melalui whatssapp, Minggu (15/03/2026) kepada awak media sumberpintar.

 

Meskipun tidak ada dewan diDapil Rajabasa, Raka terpanggil untuk menggunakan hak Interpelasi terhadap Kepala daerah karena kini, ia sebagai DPRD Kota Bandar Lampung  bekerja komprehensif untuk warga.

Sudah sepantasnya karena ia berada dikomisi III membidangi hal infrastruktur, jalan, drainase, jembatan di Bandar Lampung sudah seharusnya konsern persoalan mendasar masyarakat untuk menciptakan keberlangsungan ekonomi dan tata kelola  kota yang baik, “terangnya.

 

Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

 

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Bandarlampung berencana mengajukan hak interpelasi terkait penanganan banjir yang kembali terjadi di kota tersebut dengan menelan korban jiwa.

 

Langkah politik ini disebut sebagai bentuk pengawasan DPRD terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam penanganan banjir yang dinilai belum optimal, “tandasnya.

 

Anggota DPRD Bandar Lampung komisi III dari Fraksi PAN, Raka Irwanda, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan inisiasi hak interpelasi yang dalam waktu dekat akan diajukan secara resmi di DPRD.

 

“Fraksi PAN berencana mengajukan hak interpelasi persoalan banjir yang berulang setiap tahun di Kota Bandar Lampung. Ini sedang kami inisiasi dan dalam waktu dekat akan kami sampaikan secara resmi,” kata Raka Irwanda, Minggu (15/03/2026).

 

Menurut Raka, bencana banjir yang terjadi beberapa hari lalu tidak hanya merendam puluhan wilayah, tetapi juga menimbulkan korban jiwa sehingga perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya pemerintah kota.

 

Berdasarkan laporan yang beredar, banjir besar yang terjadi Jum’at (06/03/2026) melanda sedikitnya 12 kecamatan di Kota Bandar Lampung dengan puluhan titik genangan.

 

Raka menilai kejadian tersebut menjadi alarm keras bahwa persoalan banjir di Bandar Lampung tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa musibah musiman semata.

 

“Banjir ini sudah berulang hampir setiap tahun, bahkan menelan korban jiwa. Kami ingin meminta penjelasan secara resmi dari pemerintah kota terkait langkah konkret penanganan banjir, mulai dari tata kelola drainase, pengendalian pembangunan, hingga mitigasi bencana,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, hak interpelasi merupakan mekanisme konstitusional DPRD untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai kebijakan strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.

 

“Tujuannya bukan mencari kesalahan wali kota, tetapi memastikan ada monitoring dan evaluasi menyeluruh serta solusi jangka panjang agar bencana seperti ini tidak terus berulang kedepannya ,” kata dia.

 

Fraksi PAN juga berharap langkah tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di Kota Bandarlampung untuk memperbaiki tata kelola lingkungan, sistem drainase, serta perencanaan pembangunan kota yang lebih berpihak pada keselamatan warga.

 

“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Jangan sampai setiap musim hujan warga selalu dihantui banjir dan bahkan harus kehilangan nyawa,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *