Sumberpintar.com Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan keluarga sebagai pilar utama mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (28/04/2026).
Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwa tema Rakorda tahun ini, “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 serta Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menekankan pentingnya pembangunan manusia secara menyeluruh melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, pemenuhan gizi, serta penguatan ketahanan keluarga.
“Bagi Provinsi Lampung, pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan Lampung saat ini berada pada fase penting dalam dinamika demografi, dengan puncak bonus demografi diproyeksikan terjadi pada 2035.
Kondisi ini menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat.
“Tanpa peningkatan kualitas tersebut, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan,” tegasnya.
Marindo juga memaparkan capaian pembangunan daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 9,66 persen pada September 2025 dari sebelumnya 10,62 persen pada 2024.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung meningkat menjadi 73,98 pada 2025 dari 73,13 pada tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marindo menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Ia menegaskan bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kualitas generasi masa depan.
Untuk itu, Pemprov Lampung memberikan sejumlah arahan strategis, di antaranya memperkuat integrasi program pembangunan keluarga dalam perencanaan daerah, meningkatkan sinergi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa, serta memperkuat pengelolaan data keluarga berbasis monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.
“Dengan sekitar 2,7 juta keluarga di Provinsi Lampung, ketersediaan data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program agar tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Ia menjelaskan, transformasi Kemendukbangga/BKKBN dilakukan melalui tiga peran utama, yakni sebagai penggerak kebijakan (policy driver), integrator lintas sektor, serta penyedia data berbasis keluarga.
“Pendekatan pembangunan berbasis keluarga menjadi sangat penting, terutama dalam intervensi pada kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai bagian dari penguatan 1.000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.
Wahyuniati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Lampung Soetriningsih melaporkan bahwa Rakorda ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian Program Bangga Kencana tahun 2025 serta memperkuat sinergi untuk percepatan program tahun 2026, termasuk penurunan stunting berbasis keluarga.
Ia mengungkapkan sejumlah capaian positif, seperti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah melampaui target, serta realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang cukup tinggi pada 2025.
Namun demikian, masih terdapat beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian, seperti angka kelahiran total (TFR), angka kelahiran remaja, dan median usia kawin pertama yang belum mencapai target.
“Melalui Rakorda ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan program, serta memastikan seluruh intervensi benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Rakorda yang diikuti sekitar 120 peserta dari perangkat daerah, kabupaten/kota, serta mitra strategis ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi kemajuan Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menerima Apresiasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dari Menteri Mendukbangga/Kepala BKKBN atas penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPIK) berkualitas tahun 2025 yang diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan.
Selain itu, diberikan juga Apresiasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas partisipasi dan dukungan aktif dalam pelaksanaan program Bangga Kencana, khususnya pada Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui momentum gerakan ayah mengambil rapor sebagai upaya penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.








