Rumah Tangga Retak, ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri

Palembang20 Views

Sumberpintar.com Persoalan rumah tangga berujung tragis. Anton, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka tusukan di sekitar kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten OKI, Senin (21/09/2026).

 

Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan berinisial DLA, yang diketahui merupakan istri korban, telah diamankan aparat kepolisian.

 

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres OKI. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk motif yang melatarbelakangi penusukan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

 

Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan, hubungan rumah tangga Anton dan DLA sebelumnya telah mengalami keretakan.

 

Keduanya disebut telah berpisah selama sekitar satu bulan dan proses perceraian masih berlangsung.

 

Aziz, pihak keluarga sekaligus kuasa hukum korban, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, Anton sebelumnya disebut beberapa kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

 

Kondisi tersebut, menurut Aziz, membuat korban akhirnya memilih menempuh proses perceraian.

 

“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan. Akhirnya mengajukan proses perceraian,” kata Aziz berdasarkan keterangan keluarga korban.

 

Menurut informasi keluarga, persoalan rumah tangga tersebut kemudian diduga berkaitan dengan peristiwa yang berujung pada kematian Anton.

 

Namun, dugaan mengenai motif tersebut belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara utuh penyebab dan rangkaian peristiwa sebelum penusukan terjadi.

 

Pertemuan Berujung Penusukan

 

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Senin (21/09/2026). Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, korban berada di kawasan sekitar kantor Inspektorat OKI ketika didatangi DLA.

 

Pertemuan keduanya kemudian berujung perselisihan. Dalam situasi tersebut terjadi penusukan yang mengakibatkan Anton mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

 

Andika, salah seorang pegawai Inspektorat OKI, mengaku mendapat kabar mengenai kejadian tersebut dan langsung menuju lokasi.

 

Setibanya di lokasi, ia melihat Anton sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.

 

“Saya baru mengetahui kabarnya dan melihat Anton, namun ia sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Andika.

 

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka tusukan.

 

Polisi Amankan DLA

 

Kasat Reskrim Polres OKI AKP M. Raka Dwi Darma mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

 

“Kasus masih didalami,” ujar Raka.

 

Polisi telah mengamankan perempuan berinisial DLA yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

 

Penyidik kini masih mengurai kronologi kejadian, memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk memastikan konstruksi perkara.

 

Kepolisian juga masih mendalami motif penusukan, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan persoalan rumah tangga antara korban dan terduga pelaku.

 

Motif Belum Dipastikan

 

Informasi mengenai dugaan bahwa DLA tidak menerima keputusan korban untuk mengakhiri rumah tangga masih berasal dari keterangan pihak keluarga dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.

 

Karena itu, motif tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang sedang berjalan.

 

Penyidik akan menentukan konstruksi perkara berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku serta bukti lain yang diperoleh selama proses penyidikan.

 

Kasus ini menjadi perhatian, karena korban merupakan ASN yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI. Peristiwa tersebut kini sepenuhnya berada dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap secara terang kronologi dan motif di balik kematian korban.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *