Sumberpintar.com Puluhan orang dengan mengenakan pakaian serba merah geruduk ke kantor DPD PDI-Perjuangan Provinsi Lampung, puluhan masa tersebut mengatasnamakan dirinya Paguyuban Banteng Pemantau Struktural Lampung alias Gerpol, Senin (03/08/2026).
Kedatangan mereka untuk meminta ketegasan dari DPD PDI-P Lampung, agar mengusut dan memanggil para PAC yang diduga menerima uang pelicin untuk dukungan pergantian pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung dan juga meminta kepada DPD untuk mengusut Surat penugasan oknum P3K yang sekaligus menjadi pengawas anggota Fraksi PDI-P.
Di kantor DPD PDI-P Lampung, koordinator aksi Gerpol PDI-P Sutedi mengatakan, tujuan pihaknya ke kantor DPD PDI-P untuk minta klarifikasi kepada DPD PDI-P Lampung mengenai dua hal, pertama yaitu surat penugasan dari DPC Kota Bandar Lampung ke Sekwan mengenai staf yang merupakan P3K. Kedua yaitu surat dukungan dari PAC-PAC yang tidak melalui mekanisme partai dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART Partai, Itu yang dikritisi.
“Kita sebagai warga PDI Perjuangan dan kader, meminta kepada DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung untuk memanggil mereka yang sudah mengeluarkan surat dukungan atas nama PAC, untuk dimintai keterangannya atau diklarifikasi oleh DPD,” ujar Sutedi.
Disinggung, surat dukungan apa itu,? Surat mengenai usulan pergantian pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung.
Dari PAC ke DPC maupun ke DPD dengan Kop Surat PAC. “Dan informasi yang kami terima dibalik surat dukungan tersebut ada embel-embelnya yang terindikasi dugaan menerima sesuatu uang, itu isunya yang beredar sekitar Rp 500 ribu per PAC, ” bebernya.
“Karena saya sebagai pengurus PAC juga, PAC PDI-P Telukbetung Barat, kami tidak dilibatkan. Nah, inilah yang kami kritis. Jelas bagi yang menerima dan melanggar Ad/Art Partai ada sanksi nya jelas dan berat, karena menerima suap,” tandasnya.
Sementara, Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Lampung, Palgunadi mengatakan, bahwa kedatangan para kader PDI-P tersebut meminta informasi tentang beberapa kabar yang sempat viral tentang surat tugas dari DPC PDI-P Kota Bandar Lampung ke salah seorang pegawai P3K untuk mengawasi fraksi, “katanya.
“Surat tugas untuk mengawasi fraksi, kalau nggak salah ya. Nah, terus yang kedua juga tentang surat dukungan calon ketua DPRD. Karena mereka juga sedang mendengar itu. Tapi, ternyata dua-duanya surat itu belum pernah ke DPD, jadi ya kita belum bisa menanggapi.
Makanya kami sarankan, supaya mereka klarifikasi ke yang menerbitkan surat dulu, gitu, ke DPC atau yang menerbitkan surat,” jelasnya.
Selanjutnya, ditanya bagaimana soal adanya indikasi penggalangan surat dukungan tersebut ada indikasi suap?.
“Ya, kalau masih isu kan kita juga belum bisa bertindak. Nah, makanya saya menyarankan klarifikasi ke PAC yang menerbitkan dulu. Iya benar apa tidak, gitu kan. Nah, baru nanti kalau hasilnya baru ketemu kami tindaklanjuti, seperti itu,” katanya.
DPD PDI-P Lampung belum ada langkah masih menunggu, karena memang bukan ranah kami. Kalau belum ada surat ke kami kan kami belum bisa menindaklanjuti apa-apa. Kalau suratnya sudah masuk ke DPD, nanti bisa. Tapi ini sampai hari ini belum ada,” ucapnya.
Ditempat terpisah, di kantor DPC PDI-P Kota Bandar Lampung, Melinda Wakil Ketua Bidang Kehormatan, usai menerima rombongan kader dari Gerpol tersebut, ia menjelaskan bahwa para kader PDI-P tersebut menanyakan perihal dua surat tersebut.
“Ya kawan-kawan itu mempertanyakan kejelasan surat itu saya jawab bahwa,”saya belum pernah melihat fisiknya dua-duanya jadi saya gak bisa kasih jawaban nanti pengurus DPC rapat dulu, ya setahu saya semua keputusan diambil melalui rapat pleno DPC,” ujarnya.
Disinggung, bagaimana dengan dugaan isu suap yang menimpa para PAC dimana terindikasi menerima suap/uang pelicin dukungan pergantian pimpinan DPRD?
“Bicara soal sanksi pasti ada jika terbukti, tapi saya pribadi belum melihat bentuk surat tersebut, memang ada isi yang beredar,” tegas Melinda.
Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi mengatakan, “sejauh ini belum ada surat masuk untuk pergantian pimpinan dari PDI-P., namun sebagai kader partai PDI-P, Wiyadi menegaskan dia akan taat dan patuh terhadap perintah partai, siap setia dan tegak lurus dalam menjalankan titah pimpinan partai, ” katanya








