Sumberpintar.com Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Islam Negeri Radin Inten Lampung 2025 telah usai, namun masih meninggalkan persolan, menjadi pertanyaan mahasiswa tentang tranparansi realisasi penggunaan anggaran Miliaran tersebut.
Pelaksanaan KKN 2025 digelar 13 Juli yang sebagian besar mahasiswa di Kota Bandar Lampung.
Sebelumnya KKN tersebut menyebar ke Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung.
Perwakilan mahasiswa UIN Lampung menceritakan persoalan ini, dari mereka, pengabdian masyarakat /KKN 2025 hanya dibuka saat itu Apel di Kantor Wali Kota Bandar Lampung, “ujar narasumber ESJ ,selaku mahasiswa UIN, Selasa (30/06/2026).
KKN Tahun 2025 beda dari yang lain dengan anggaran fantastis yang diduga sarat dengan manipulasi anggaran.
Berdasarkan rekap rencana kerja tahunan unit kerja lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat revisi ke 0 UIN Radin Inten Lampung tahun 2025, anggaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 sebesar Rp 5.269.252.000.
Terang perwakilan mahasiswa sebagai narasumber ESJ, menyebutkan anggaran fantastis tersebut kami hanya mendapatkan tumbler, ” ungkapnya kepada media, Selasa (30/06/2026.
Setiap kelompok sebanyak 8 orang dengan jumlah 118 kelompok, bahkan yang memberikan uang untuk mahasiswa KKN sejumlah Satu Juta Rupiah per kelompok itu bukan bersumber dari dana UIN Radin Inten Lampung tapi dari Wali Kota Bandar Lampung, “tambahnya.
Tahun-tahun sebelumnya mahasiswa peroleh fasilitas jaket, banner dan pelepasan dengan meriah tidak seperti tahun 2025 hanya dapat tumbler dan dibuka dikantor Wali Kota Bandar Lampung hanya apel pelepasan sederhana seperti menggambarkan kondisi sangat prihatinkan namun ternyata anggaran miliaran, ” tambah narasumber kembali.
Kami berusaha menanyakan dengan Kepala Pusat Pengabdisn Masyarakat, Dr Eko Kuswanto, S.Si.,M.Si.untuk menanyakan ini, namun ada mahasiswa yang di intimidasi saat itu keluar kata-kata hanya KKN didalam kampus menanyakan persoalan tersebut, ” terang narasumber ESJ.
Harapan dan permintaan terhadap Rektor UIN Radin Inten Lampung dapat memberikan ruang audiensi kepada media sumberpintar dan perwakilan mahasiswa untuk transparansi berapa realisasi anggaran yang dikeluarkan pihak kampus untuk KKN 2025,” harap mahasiswa.
Kami hanya butuh transparansi keuangan dari pihak Rektor UIN RIL, jangan sampai adanya dugaan penyimpangan keuangan tersebut yang seharusnya kembali ke Negara namun masuk kantong pribadi oknum yang ada di UIN RIL untuk perkaya diri namun mahasiswa sengsara, “tambah mahasiswa.
Media masih menunggu konfirmasi dari pihak Rektor UIN untuk keberimbangan pemberitaan terhadap laporan perwakilan mahasiswa kepada media sumberpintar.
Hingga Berita tersebut tayang media sudah berusaha konfirmasi kepada Rektor UIN, Prof. Wan Jamaludin silakan klarifikasi ke Dr.H.Ali Abdul Wakhid, S.Ag.M.Si dengan memberi nomor kontaknya. namun dengan kondisi whattsapp contreng dua, Ketua LP2M Ali Abdul Wakhid pun seakan tersirat seakan menghiraukan, menghindar atau meremehkan dari klarifikasi media .







