Sumberpintar.com — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terus berkomitmen dalam mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan sekadar upaya pemenuhan nutrisi anak sekolah, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memutar roda ekonomi mulai dari tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada acara Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Lampung Masa Bhakti 2025-2030, yang berlangsung di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/05/2026).
Pelantikan Kepengurusan DPW Gapembi Provinsi Lampung itu sendiri dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPW Gapembi Provinsi Lampung yang hari ini resmi dilantik.
“Amanah ini tentu bukan amanah yang ringan. Tetapi saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kualitas pangan masyarakat, Gapembi Lampung mampu menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan memberi dampak nyata bagi daerah,” ujar Gubernur Mirza.
Dalam arahannya, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa visi program MBG ini sejalan dengan tugas pokok kepemimpinan dalam Islam, yakni memberi makan dan memberikan rasa aman. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah merancang konsep ini sejak lama untuk menjawab ketimpangan ekonomi antara kota dan desa.
Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu lumbung protein nasional.
“Lampung ini produsen protein, tapi angka konsumsi kita rendah. Hal ini berdampak pada pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Program MBG hadir untuk memutus rantai ini dengan memberikan nutrisi tepat sasaran bagi anak-anak agar mereka memiliki daya saing di masa depan,” ujar Gubernur Mirza.
Hingga saat ini, telah berdiri sekitar 1.158 dapur MBG di seluruh Provinsi Lampung. Gubernur Mirza menekankan bahwa dapur-dapur ini harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia mencontohkan tantangan di daerah seperti Way Kanan, di mana bahan baku lokal sering kali harus dikirim ke pusat kota terlebih dahulu sebelum kembali ke desa, sehingga memicu ketidakefisienan harga.
“dapur-dapur ini harus menjadi alat pemerataan. Jangan sampai dapur di desa mengambil suplai dari kota. Efek ekonominya tidak akan ketemu jika tidak ada kerja sama dengan ekosistem desa,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Mirza mengajak Gapembi Lampung untuk bersinergi membangun ekosistem dapur yang mandiri dan efisien. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat desa tumbuh maksimal secara ekonomi sembari mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan gizi yang merata.
Dalam kesempatan itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional BGN, Tengku Syahdana menekankan pentingnya peran mitra strategis seperti Gapembi dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menargetkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) minimal memiliki 15 pemasok (supplier) lokal guna memastikan distribusi manfaat ekonomi yang merata.
“Kita harapkan nantinya setiap SPPG minimal harus mempunyai 15 supplier. Wajib hukumnya. Jangan ada mekanisme ekonomi kapitalis di mana yang kaya semakin kaya,” ujarnya.
Lanjut, Tengku menyampaikan BGN akan melakukan kolaborasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, serta kelompok tani (Poktan). “Sinergi ini diharapkan dapat mengubah peran masyarakat lokal dari sekadar penonton menjadi pemain aktif dalam rantai pasok nasional,” jelasnya.
“Semuanya harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, menekankan bahwa Gapembi berkomitmen untuk mengawal program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan cita-cita mulia demi masa depan generasi bangsa.
Alven juga menekankan bahwa menjadi mitra dalam program ini bukan sekadar mengejar keuntungan finansial, melainkan sebuah perjuangan dan pengabdian demi meningkatkan kualitas gizi anak bangsa agar dapat bersaing di kancah internasional.
Ketua Gapembi Lampung, M. Muslih menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran Gapembi bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.








