Sumberpintar.com Hj. Wiwik Anggraini anggota DPRD Bandar Lampung Fraksi PDIP menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jl Pulau Batam 4, Way Halim Bandar Lampung, Minggu (08/11/2026).
Kegiatan tersebut mendatangkan dua narasumber, yakni Suparman Abdul Karim, S.Ag., M.Pd.I., dan Widya Rizki Eka Putri, S.E., M.S.Ak., dosen Universitas Lampung (Unila). Diskusi dipandu oleh moderator Suheli, S.H.
Wiwik Angggraini mengajak masyarakat untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan dna kesatuan dengan memperkuat semangat gotong royong, serta mewujudkan keadilan sosial, “ajaknya.
Ia pun menjelaskan bahwa, ” Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak di tengah kehidupan bermasyarakat, “terang Wiwik Anggraini yang juga sebagai Ketua Kaukus Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Wiwik juga menyinggung berbagai pemberitaan yang tengah ramai di media, termasuk isu penyadapan yang menjadi perhatian publik.
“Jangan sampai masyarakat merasa gelisah dengan berbagai pemberitaan yang berkembang saat ini, termasuk soal sadap-menyadap.
Negara kita masih aman. Kita harus tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” ungkap Wiwik Anggraini.
Dalam pemaparannya, Widya Rizki Eka Putri menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat penting dilaksanakan mengingat masih banyak persoalan sosial yang menunjukkan adanya degradasi moral dan lemahnya pemahaman serta implementasi nilai-nilai Pancasila, “tutur Widya.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi saat ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan dampak dari proses pendidikan dan pembentukan karakter yang berlangsung selama bertahun-tahun.
“Ketika kita berbicara tentang Pancasila, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, harus benar-benar diimplementasikan. Jangan sampai nilai ketuhanan gagal diterapkan, karena agama merupakan pondasi dalam menjalani kehidupan. Jika pondasi ini lemah, maka akan berdampak pada pengamalan sila-sila berikutnya.
Ia mencontohkan, masih ditemukannya perilaku anak-anak yang kurang mencerminkan akhlak dan adab. Karena itu, orang tua harus berani bersikap tegas dan memberikan pendidikan serta arahan ketika anak melakukan kesalahan.
Widya kemudian menjelaskan implementasi setiap sila Pancasila. Pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ia menekankan pentingnya mengedepankan adab sebelum ilmu, ” jelasnya.
Sementara sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Apabila terjadi perselisihan atau konflik, masyarakat diharapkan tidak mudah menyalahkan kelompok tertentu, tetapi mengedepankan dialog dan mediasi untuk mencari solusi.
Pada sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, ia menjelaskan pentingnya mengambil keputusan melalui musyawarah dan demokrasi. Salah satu bentuk penerapannya adalah adanya lembaga perwakilan rakyat seperti DPRD yang menjadi wadah penyampaian aspirasi Masyarakat.
Adapun sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung pesan pentingnya menciptakan kehidupan yang adil, saling menghargai hak sesama, serta memberikan kesempatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, narasumber Suparman Abdul Karim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan beserta berbagai contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat memahami pentingnya rasa cinta tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati perbedaan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara dalam. Menyongsong Hari Pahlawan 10 November 2026,”ajak Wiwik.
Masyarakat semakin memahami nilai-nilai Pancasila dan mampu menerapkannya dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara, “harap Wiwik Anggraini.








