Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung Gelar Aksi Simpatik Peringati Kuda Tuli dengan Bagi Balon

Politik78 Views

Sumberpintar.com Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung menggelar aksi simpatik Kuda Tuli dengan turun ke jalan membagikan balon dan selebaran  kepada para pengemudi di sekitaran Tugu Adipura, Senin (27/07/2026).

 

Tampak terlihat yang hadir DPRD Kota Bandar Lampung Sri Ningsih Djamsari, Endang Asnawi, yang dipimpin langsung Dedi Yuginta selaku Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga merupakan Komisi III Bandar Lampung dengan didampingi Sekretaris Irwansyah Agung dan para pengurus lainnya.

 

Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 merupakan peristiwa kekerasan di kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Peristiwa itu terjadi di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat.

 

Diduga, penyebab peristiwa Kudatuli adalah perebutan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) antara kubu Megawati Soekarnoputri dengan kubu Soerjadi. Namun, banyak pihak merasakan ada keganjilan dari penyebab utama kerusuhan tersebut.

 

Peristiwa itu sudah terjadi 30 tahun yang lalu. Meski demikian, sisa dari peristiwa tersebut masih melekat dalam ingatan korban, keluarga korban serta saksi mata ketika kerusuhan tersebut terjad.

 

Telah teradi enam bentuk pelanggaran HAM, yaitu:Pelanggaran asas kebebasan berkumpul dan berserikat,Pelanggaran asas kebebasan dari rasa takut,Pelanggaran asas kebebasan dari perlakuan keji,Pelanggaran asas kebebasan dari perlakuan tidak manusiawi,Pelanggaran perlindungan terhadap jiwa manusia,Pelanggaran asas perlindungan atas harta benda.

 

Dedi Yuginta menjelaskan oleh karena itu PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung sangat perlu menggelar aksi simpatik Kuda Tuli sebagai bentuk semangat, tidak boleh lupakan sejarah dan terus kita rawat demokrasi ini, “ujarnya.

 

Ia pun menambahkan untuk hukumnya kita akan dorong bersama DPD PDI Provinsi Lampung untuk lanjutkan dan usut tuntas dalang terjadinya pelanggaran HAM tersebut, ” tambah Dedi Yuginta.

 

Aksi simpatik ini ada dari generasi muda Raisa, peringatan tersebut perlu diperingati sehingga kita sebagai penerus memahami dan tahu perjuangan demokrasi dan untuk merawat dan menjaga hasil perjuangan tersebut, “ungkapnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *