Ike Muchendi Raih Bhakti Adipustaka Sumatera Selatan 2026, Dorong Literasi OKI di Tengah Era AI

Palembang39 Views

Sumberpintar.com Hj. Ike Muchendi menerima penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatera Selatan 2026 sebagai Tokoh Masyarakat/Pegiat Literasi atas kontribusinya dalam mendorong pengembangan gerakan literasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

 

Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, 2 September 2026. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten OKI juga meraih penghargaan Bhakti Adipustaka kategori kabupaten/kota yang diterima Mauliddini, SKM, M.Si.

 

OKI meraih peringkat tertinggi di Sumatera Selatan atas komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan layanan perpustakaan serta gerakan literasi di daerah.

 

Ike mengatakan capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi, bukan berhenti sebagai sebuah penghargaan.

 

Menurutnya, tantangan literasi semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, termasuk hadirnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

 

“Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada penghargaan. Ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperluas akses bacaan, meningkatkan minat membaca, dan menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Ike.

 

Ia menilai literasi pada era digital tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga dituntut mampu memahami, memilah, memverifikasi, dan mengevaluasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

 

Kemudahan memperoleh buku digital, artikel, jurnal, dan berbagai sumber pengetahuan melalui internet, kata dia, harus diimbangi kemampuan berpikir kritis. Hal itu penting untuk menghadapi maraknya informasi palsu sekaligus perkembangan teknologi AI.

 

Ike berharap gerakan literasi diperluas melalui sekolah, keluarga, komunitas hingga desa. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab OKI, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, guru, pegiat literasi, komunitas, serta masyarakat.

 

*Literasi dan Tantangan AI*

 

Penguatan literasi menjadi salah satu perhatian dalam Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 yang mengusung tema “Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar”.

 

Festival tersebut dibuka Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu (5/9/2026).

 

Herman Deru mengatakan perkembangan teknologi, termasuk AI, harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan literasi masyarakat.

 

“Teknologi harus kita manfaatkan secara optimal, salah satunya penggunaan AI. Tetapi, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan literasi,” kata Herman Deru.

 

Menurutnya, penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, guru, perpustakaan, komunitas, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki peran dalam membangun budaya literasi.

 

Herman Deru menyebut Indeks Kegemaran Membaca (IKM) Sumatera Selatan telah mencapai 86, yang menempatkan Sumatera Selatan di peringkat ketiga nasional.

 

Sumatera Selatan juga meraih peringkat pertama Financial Literacy Award 2026 kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan.

 

Menurut Herman Deru, capaian tersebut merupakan hasil gerakan literasi yang dibangun secara konsisten sejak 2019.

 

Sementara itu, Duta Literasi Sumsel dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M.,mengatakan tema “Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar” mengandung pesan agar masyarakat terus meningkatkan kapasitas diri tanpa kehilangan akar budaya dan sejarah.

 

“Tema ini memiliki makna agar kita terus meng-upgrade dan mengembangkan diri sehingga kemajuan teknologi bisa menjadi teman, bukan musuh atau disalahgunakan,” kata Ratu Tenny.

 

Ia menilai teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas gerakan literasi sekaligus membuka akses pengetahuan yang lebih luas, namun perkembangan tersebut, tetap harus disertai pemahaman terhadap budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas masyarakat.

 

“Di tengah era globalisasi dengan berbagai kemajuan teknologi, masyarakat tetap harus menjadi pribadi yang memiliki akar budaya dan memahami sejarah agar dapat terus melestarikan budaya,” ujarnya.

 

Ratu Tenny mengatakan, “peningkatan IKM Sumatera Selatan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak serta semakin banyaknya tokoh dan komunitas yang terlibat dalam gerakan literasi.

 

Catatan jurnalistik: ada satu hal yang perlu diperiksa sebelum berita diterbitkan, yaitu konsistensi tanggal. Di awal disebut penghargaan diserahkan 2 September 2026, sementara Festival Literasi disebut dibuka 5 September 2026. Jika ini memang dua agenda berbeda, sebaiknya ditegaskan, agar pembaca tidak mengira penghargaan diberikan pada saat pembukaan festival.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *