OKI, Sumberpintar.com Perjalanan panjang ditempuh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ogan Komering Ilir (OKI),
Sumatera Selatan,demi menyampaikan satu pesan sederhana: kepedulian. Dari Sumatera Selatan, rombongan Pramuka OKI menembus jarak dan medan menuju Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, wilayah yang tengah berduka akibat bencana longsor dan banjir yang merenggut puluhan korban jiwa.
Selama 23–26 Januari 2026, para relawan Pramuka bergerak membawa bantuan kemanusiaan. Dengan satu unit bus dan satu mobil angkutan barang berisi logistik, perjalanan dilakukan langsung menuju lokasi terdampak.
Misi kemanusiaan ini dilaksanakan oleh Kwarcab OKI melalui Kwartir Ranting Lempuing dan Kwartir Ranting Mesuji Raya.
Sebanyak 10 anggota Pramuka Penegak dan Pelatih terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antara mereka terdapat Supriyanto, S.Pd., Idawati, S.Pd., Iwan Suwandi, S.Pd., serta Sri Susanti, S.Pd.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ketua Kwaran Lempuing Gusmara, S.Sos., M.M. dan Ketua Kwaran Mesuji Raya Siti Romlah, S.Pd., dengan dukungan Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Desa Tebo menjadi saksi kehadiran para relawan. Di desa ini, luka akibat bencana masih terasa.
Data yang diterima tim menunjukkan sekitar 250 kepala keluarga terdampak, dengan 19 warga meninggal dunia, sementara satu korban hingga kini masih dalam pencarian.
Di tengah penyaluran bantuan, Gusmara menyempatkan diri berbincang dengan warga. Tidak banyak kata, namun penuh makna.
Rasa duka dan empati disampaikan langsung kepada keluarga korban yang masih berusaha bangkit dari kehilangan.
“Kami datang membawa kepedulian. Semoga masyarakat diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa sulit ini,” ujar Gusmara.
Baginya, senyum dan sambutan hangat warga Malalak menjadi energi tersendiri bagi para relawan yang hadir.
Sambutan itu seakan menguatkan bahwa di tengah bencana, rasa persaudaraan tetap hidup.
Kwarcab OKI juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KNPI atas arahan dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Di tanah yang tengah berduka, kehadiran Pramuka OKI menjadi pengingat bahwa kepedulian tak pernah mengenal jarak—dan harapan selalu menemukan jalannya.






